KAMIS, 17 NOVEMBER 2016
SOLO—Pemerintah Kota Solo, Kamis siang (17/11/16), mendatangkan sebuah lokomotif tua yang sebelumnya dipajang di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta. Lokomotif buatan tahun 1950 itu, bakal dijadikan wahana pariwisata melengkapi koleksi Sepur Klutuk Jaladara, yang sebelumnya telah dijadikan ikon wisata klasik di Solo, Jawa Tengah.
| Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo sedang memberikan keterangan pada wartawan seputar diboyongnya lokomotif tua dari TMII. |
Selain lokomotif, Pemkot Solo berencana mendatangkan dua gerbong yang merupakan pasangan lokomotif tersebut. “Kabarnya, gerbong dan lokomotif tersebut merupakan kereta Presiden Soekarno dan Wakil Presiden Mohammad Hatta. Kami upayakan untuk bisa satu rangkaian, karena kalau pakai gerbong baru tentu tidak cocok,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala PT KAI Daop VI Yogyakarta, Hendy Helmy, mengatakan lokomotif akan diperbaiki di Depo Stasiun Balapan. “Perbaikan dilakukan petugas khusus dari Ambarawa. Berapa lama perbaikannya, kami juga belum tahu.Soal sewanya, besarannya, kami juga belum tahu. Yang jelas, sistemnya sama dengan Jaladara,” papar Helmy.
Pimpinan Pemindahan Lokomotif, Sitindaon Satar mengaku, banyak kendala dalam proses pemindahan dan pengangkutan dari TMII menuju Solo. Sebab pemindahan tersebut haruslah dilakukan dengan hati-hati mengingat usia lokomotif yang sudah cukup tua.
“Kami harus ekstra hati-hati, karena bodi sudah rapuh. Pemindahan juga tidak bisa pakai crane,” imbuh Sitindaon Satar.
Jurnalis: Harun Alrosid/ Editor: Satmoko / Foto: Harun Alrosid