Nikmatnya Ayam Jawa Panggang Mbok Denok

SABTU, 5 NOVEMBER 2016
SOLO — Bagi pecinta kuliner, ayam jawa panggang Mbok Denok, yang ada Kecamatan Jatipuro, Karanganyar pantas dicoba. Tidak hanya menyajikan masakan yang nikmat, sensasi menikmati sembari melihat prosesi pembuatan di pawong (dapur) melengkapi wisata kuliner yang satu ini.
Berada di kaki Gunung Lawu, ayam panggang Mbok Denok, menyajikan ayam jawa asli menjadi salah satu menu favorit  jika ada berkunjung di Kabupaten Karanganyar. Ayam panggang dengan ciri khas bumbu pedas gurih ini bisa dinikmati di dekat Puskesmas  Jatipuro, Karanganyar.
Yang membedakan ayam panggang Mbok Denok dengan  yang lainnya adalah cara memasak dan sensasi menyantapnya. Cara memasak ayam panggang Mbok Denok ini masih menggunakan cara tradisional. Yakni menggunakan kayu bakar sebagai bahan baku utama api dan tungku kuwali, mebuat masakan yang satu ini benar-benar terasa nikmat.
“Mengapa kita gunakan kayu untuk sember apinya, karena bisa memaksimalkan masakan ayam panggang. Ini kita pertahankan karena memasak cara tradisional ini sudah turun temurun dari keluarga saya,” terang Dendi Resmadi, pengelola salah satu warung makan favorit di Jatipuro tersebut kepada Cendana News, Sabtu (5/11/16).
Dijelaskan Resmadi, alasan memilih ayam jawa sebagai menu utama kulinernya karena tekstur daging ayam jawa lebih bagus dibanding dengan sayur atau potong lainnya. Dipadu dengan racikan bumbu special dan rempah-rempah, membuat Ayam Jawa Panggang miliknya mampu membuat ketagihan. “Tapi ayam jawa yang kita pilih tidak terlalu tua, agar dagingnya tidak terlalu alot,” urainya.  
Pelanggan bisa menikmati di pawon sambil melihat proses memasak.  Di Ayam Jawa Panggang Mbok Denok ini tak hanya menyajikan masakan yang nikmat, namun sensai menyantab makanan di pawon (dapur) juga diijinkan. Pawong merupakan lokasi yang istimewa, karena bisa menikmati sajian sambil melihat prosesi memasak ayam jawa panggang. “Banyak orang kota yang memilih lokasi pawong untuk makan dibanding lokasi depan yang kita sediakan. Mungkin lebih memilih suasananya,” tambah Resmadi.
Untuk bisa menikmati sensasi ayam jawa panggang Mbok Denok ini, tidak perlu mengeluarkan uang banyak. Cukup dengan Rp 15 ribu bisa menikmati satu porsi ayam panggang. Jika ingin lebih, dengan Rp 60 ribu bisa menyantap satu ayam panggang utuh.
Salah satu penikmat Sugianti mengatakan, rasa yang spesial dari ayam jawa panggang Mbok Denok adalah bumbu yang meresap hingga ke tulang. Selain itu, moment menikmati hidangan sembari di pawon menjadi sensasi sendiri yang bisa mengingatkan suasana di kampong pada jaman dahulu.
“Makan di dapur itu seakan-akan mengulang kembali kenangan masa kecil dulu. Karena setiap makan mesti di pawon sambil melihat ibu yang memasak,” ungkap salah satu guru di Karanganyar tersebut.
Ayam jawa panggang Mbok Denok ini sudah berdiri sejak 1997 lalu. Selama itu, ayam panggang mbok denok selalu mempertahankan proses memasak yang masih menggunakan sistem tradisional. Dalam satu hari, ayam pangang Mbok Denok ini bisa menghabiskan 50-100 ekor per hari.
Namun saat momen tertentu, seperti bulan puasa, warung makan tradisional ini mampu menghabiskan 200-400 ekor ayam per harinya.  Ayam panggang mbok denok tidak hanya bisa dinikmati di Jatipuro, melainkan sudah membuka cabang di wilayah Wonogiri. 


Hurnalis : Harun Alrosid / Editor : Rayvan Lesilolo / Foto : Harun Alrosid

Lihat juga...