LAMPUNG — Warga di Desa Tetaan Kecamatan Penengahan yang berada di sepanjang aliran Sungai Way Pisang masih memanfaatkan air sungai sebagai bahan kebutuhan untuk mandi, cuci, dan kakus (MCK). Kondisi tersebut membuat Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memberikan bantuan pengembangan sarana air bersih (PSAB). Sekaligus sebagai Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) yang dibangun di sejumlah titik untuk memfasilitasi kebutuhan warga akan penggunaan air bersih yang masih bersumber dari air sungai. Menurut salah satu warga Desa Tetaan, Hasanudin (56), fasilitas PSAB yang ada di setiap dusun tersebut merupakan upaya pemerintah pusat untuk membantu kebutuhan warga dalam kebutuhan air bersih agar tidak tergantung pada air sungai yang selama ini masih tercampur dengan sampah dan tinja masyarakat. Khususnya yang masih memanfaatkan sungai sebagai jamban.
Hasanudin yang juga merupakan salah satu guru di Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Lampung Selatan tersebut mengaku, bantuan berupa infrastruktur bak penampungan, pipa pvc, dan selang, diberikan kepada masyarakat yang selama ini belum memiliki sumur dan masih memanfaatkan air sungai. Hasanudin mengungkapkan, sumber air diambil dari mata air Gunung Rajabasa yang selanjutnya disalurkan dalam saluran air khusus dari pipa besi dan sebagian pipa pvc. Selanjutnya, beberapa titik bak berkapasitas sekitar 5.000 kubik air yang terbuat dari semen dibangun di tengah perkampungan yang bisa disalurkan hingga ke rumah warga.
“Bantuan memang sudah lama. Karena saat pertama kali ada survei, sebagian wilayah kami banyak warga yang belum memiliki sumur dan masih memanfaatkan air sungai. Sementara saat musim kemarau, kami kesulitan air meski di dekat sungai. Ditambah adanya air sungai yang keruh dan digunakan untuk mencuci serta aktivitas buang air besar,” ungkap Hasanudin, saat ditemui Cendana News di rumahnya, Sabtu (5/11/2016).
Hasanudin mengungkapkan, sekitar 5-7 titik bak penampungan yang ada di wilayah tersebut, sebagian dimanfaatkan oleh warga untuk kebutuhan air bersih. Sementara sebagian masih memanfaatkan air sumur. Keberadaan air yang disalurkan dalam program pengembangan sarana air bersih tersebut, salah satunya dimanfaatkan oleh Hasanudin sebagai sarana memelihara ikan Nila di kolam miliknya. Karena air yang disalurkan merupakan air bersih yang diterima warga secara cuma-cuma dengan tanggung jawab pemeliharaan dan perawatan saat terjadi kerusakan pun dilakukan secara bersama-sama.
Penggunaan air bersih yang digunakan sebagai sumber air untuk kolam ikan menjadi sumber pendapatan bagi masyarakat yang mengembangkan budidaya ikan. Selain bisa juga digunakan untuk konsumsi keluarga. Sebagian ikan yang dikembangkan secara intensif, di antaranya ikan lele, juga dapat dijual di pasar tradisional setempat. Sementara, sebagian warga menggunakan pasokan air bersih tersebut sebagai sarana untuk proses pembuatan bata merah yang memerlukan air. Selain untuk kebutuhan konsumsi fasilitas sarana air bersih yang digunakan untuk pemberdayaan masyarakat dengan menciptakan lapangan usaha baru yang menjadi sumber penghasilan.
Bak penampungan yang berada di tengah perkampungan tersebut, sebagian juga dimanfaatkan warga dengan membuat saluran air menggunakan selang hingga jarak 100 meter dari titik penampungan ke rumah warga. Meski demikian, menurut Hasanudin, beberapa warga hanya menggunakan air dari bak penampungan untuk kebutuhan mencuci. Sementara untuk kebutuhan memasak dan minum menggunakan air dari sumur, terutama pada musim hujan. Namun saat musim kemarau kebutuhan air bersih yang sulit membuat sebagian warga memanfaatkan air bersih dari bak penampungan tersebut menggunakan selang air atau menggunakan jerigen air yang digunakan untuk berbagai keperluan.
Hasanudin mengungkapkan, penyediaan kebutuhan air bersih dengan standar kesehatan baik dari segi kualitas maupun kuantitas dilakukan dengan melakukan pengurasan pada bak sepekan sekali dan juga dilakukan pembersihan dasar bak untuk menghindari pengendapan lumpur dan kotoran lain. Peran serta dan pemberdayaan masyarakat dalam pemanfaatan fasilitas tersebut pun dilakukan dengan melakukan sistem gotong royong untuk pemeriksaan saluran jika terdapat kendala air tak mengalir atau masalah lain.
Keberadaan sarana PSAB yang merupakan bantuan dari Kementerian PUPR dalam penyediaan sarana air bersih sebagian telah menyadarkan masyarakat untuk meninggalkan kebiasaan buang air besar sembarangan (BABS) di sepanjang sungai. Selain itu bantuan sarana jambanisasi dari pemerintah daerah melalui Koramil juga semakin mengurangi aktivitas warga yang masih melakukan penggunaan sungai untuk keperluan BABS. Ketersediaan air bersih selain digunakan untuk kebutuhan mandi, minum juga dimanfaatkan untuk pemberdayaan masyarakat dalam pengembangan usaha kecil di antaranya pemeliharaan ikan emas, nila, dan gurame.
Manfaat bantuan dari Kementerian PUPR berupa sarana PSAB tersebut juga dirasakan oleh warga lain di Desa Tetaan terutama saat musim kemarau sehingga warga tak perlu lagi membeli air bersih. Pasokan air yang tak pernah berhenti dari mata air Gunung Rajabasa bahkan membuat warga perlahan lahan meninggalkan penggunaan air sungai yang selama ini masih dilakukan warga sebab sungai yang mengalir di dekat perumahan warga selama ini merupakan sumber air yang sangat vital. Selain digunakan sebagai sarana air bersih, Ahmad (45) yang tinggal di desa tersebut mengaku terbantu karena dirinya tak perlu lagi repot-repot pergi ke sungai untuk mandi dan keperluan lain.
“Kalau sebelumnya kami tak sanggup buat sumur dan kamar mandi, tapi dengan adanya sarana bak penampungan air bantuan dari PUPR ini kami cukup mandi di rumah saja dan kebutuhan air bisa sampai di dapur,” ungkapnya.
Meski telah mendapat bantuan sarana air bersih tersebut, warga sekitar juga berharap infrastruktur lain yang berguna bagi masyarakat juga perlu mendapat perhatian di antaranya fasilitas jalan lingkungan yang kondisinya sudah memprihatinkan. Ahmad pun berharap seperti daerah lain yang mendapat perbaikan jalan lingkungan dari sumber Dana Desa juga bisa diaplikasikan di wilayah kampung yang ditempatinya sehingga memudahkan akses bagi warga.