Jenazah Peserta Aksi dari Solo yang Kecelakaan di Tol Cipali Langsung Dimakamkan

JUM’AT, 4 OKTOBER 2016

SOLO — Kecelakaan bus rombongan yang membawa peserta aksi bela islam dari wilayah Solo,  di tol Cipali, Jawa Barat, membawa duka mendalam bagi keluarga, kerabat maupun teman. Salah satu korban kecelakaan itu adalah, Cipto Suwarno,  yang jenazahkan pada Kamis Malam (3/11/16), sekitar pukul 22. 00 WIB tiba di rumah duka. 

Begitu tiba, jenazah warga dukuh Tegalan RT 01, RW 05, Desa Wironanggan, Kecamatan Gatak, Sukoharjo ini disambut teriakan takbir dari ratusan petakziah. Isak tangis keluarga dan kerabat yang menyambut di halaman rumah almarhum juga tak terbendung.  Jenazah sempat disemayamkan sebentar untuk disholatkan para petakziah yang sejak petang mulai berdatangan.

Menurut salah satu kerabat, Kanti Santoso, almarhum Cipto Suwarno sehari-hari dikenal sebagai imam masjid setempat. Pria 63 tahun itu juga selalu aktif mengikuti pengajian yang ada dikampungnya . “Sehari-hari beliau sebagai imam masjid di sini,” ungkap Santoso kepada Cendana News, Kamis malam (3/11/16).

Dikatakan,  sebelum terjadi kecelakaan, Sipto berangkat bersama 17 anggota pengajian di wilayahnya pada Rabu sore (2/11/16).  Ia berangkan berangkat ke Jakarta untuk bergabung dengan ribuan umat muslim lainnya, untuk mengikuti aksi bela Islam.  “tapi ternyata justru terjadi kecelakaan. Bersama jenazah Cipto, dua rekan yang luka ringan ikut mengantarnya sampai rumah,” urai Santoso.

Dari rombongan yang berangkat bersama Cipto,  Menurut informasi yang diterima Santosa sebagian besar mengalami luka ringan dan berat. Dari sekitar 20 bersama kru bus, dua korban meninggal dunia, yakni kernet bus dan Cipto. “Mereka yang luka-luka di rawat di dua rumah sakit. Sedangkan yang tidak mengalami luka, katanya melanjutkan ke Jakarta untuk aksi,” imbuhnya. 
 
Disebutkan, Cipto meninggalkan seorang istri dan dua anak. Anak pertama Cipto bekerja sebagai guru taman kanak-kanak (TK) di Gatak , sementara anak keduanya merupakan anggota TNI-AU di Ambon , Maluku. 

Jurnalis : Harun Alrosid / Editor : Rayvan Lesilolo / Foto : Harun Alrosid
Lihat juga...