SELASA, 1 NOVEMBER 2016
SURABAYA — Pemaparan Direktur SDM dan Umum PT. Pelabuhan Indonesia III (Pelindo III), Toto Heli Yanto, menjelaskan bahwa dalam rangka memperkenalkan kemaritiman dan peran pelindo III sebagai perusahaan yang bergerak di bidang jasa layanan kepelabuhan kepada generasi muda, Pelindo III menugaskan para General Manager (GM) perusahaan di daerah untuk tampil menjadi guru di SMA/SMK. Ada 17 SMA/SMK yang tersebar di 7 provinsi di Indonesia yang merupakan wilayah kerja Pelindo III.

“Kegiatan yang bertajuk ‘BUMN Mengajar’ ini dilakukan serentak kemarin, Senin (31/10/2016) dengan jumlah siswa yang terlibat 4.030 siswa SMA/SMK,” kata Toto sesuai keterangan tertulisnya. Dia menambahkan, kegiatan BUMN Mengajar ini telah berlangsung sejak akhir Juli lalu. Kegiatan ini diprakarsai oleh Kementerian BUMN dengan tujuan mendekatkan perusahaan BUMN dengan masyarakat.
“Setiap General Manager tampil di hadapan sekitar 250 orang di masing-masing sekolah. Mereka memperkenalkan Pelindo III dan memberikan motivasi kepada para siswa agar menjadi generasi penerus bangsa yang unggul,” tegasnya. Untuk daerah Surabaya, Imbuhnya, sekolah yang menjadi sasaran ialah SMA Negeri 1 Surabaya. Dan untuk pengajarnya ialah General Manager Pelindo II Pelabuhan Tanjung Perak, Joko Noerhudha.
“Ini menjadi menarik karena para General Manager tidak memiliki latar belakang mengajar. Mereka harus bisa menjadi bintang di panggung BUMN mengajar dengan pengalaman hidup dan kepemimpinan mereka,” tandasnya.
Joko Noerhudha yang ditugaskan untuk mengajak di SMA Negeri 1 Surabaya mengaku menjadi pengajar di hadapan pelajar SMA bukanlah hal yang mudah. “Menyampaikan kepada stakeholder di Pelabuhan lebih mudah kerena telah mengetahui dan memahami tentang pelabuhan. Sementara bagi siswa, informasi maritim dan kepelabuhan bisa jadi yang pertama bagi mereka,” ungkapnya.

Sementara itu, Johannes Mardjono selaku Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Surabaya mengatakan, kegiatan yang dilakukan Pelindo III ini dapat menambah wawasan dan motivasi bagi para siswa sebagai bekal kehidupan mereka di masa yang akan datang,” katanya.
“Hal ini bisa menambah informasi dan pengetahuan bagi para siswa di luar kurikulum sekolah yang telah diajarkan selama ini,” pungkasnya.
Jurnalis : Nanang Wp / Editor : Rayvan Lesilolo / Foto : Nanang Wp