RABU 2 NOVEMBER 2016
SUMENEP — Penggunaan bahasa daerah di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, dari tahun ke tahun semakin memprihatinkan. Banyak generasi yang ada di daerah ini tidak bisa menggunakan Bahasa Madura dengan baik. Padahal bahasa daerah yang menjadi kebanggaan masyarakat daerah ini selayaknya tetap dilestarikan meskipun di era perkembangan semakin maju.
![]() |
| Bupati Kabupaten Sumenep A. Busyro Karim |
“Bagaimanapun juga harus diakui saat sekarang banyak anak-anak kita yang sudah tidak banyak tahu dengan baik tentang bahasa Madura. Makanya hari jadi ini bagian dari momentum mengingatkan masyarakat agar jangan sampai anak-anak kita malah tidak bisa berbahasa Madura,” kata Bupati Kabupaten Sumenep, A. Busyro Karim, Rabu (2/11/2016).
Disebutkan, bahwa saat memang sudah banyak genarasi muda yang sudah sarjana tidak lagi bisa menggunakan bahasa Madura dengan baik. Sehingga hal tersebut perlu menjadi perhatian bersama agar bisa mewariskan bahasa daerah ini secara baik kepada para generasi berikutnya. Agar bahasa yang menjadi kebanggaan masyarakat daerah ujung timur Pulau Madura ini tidak hilang ditelan era zaman yang semakin maju.
“Banyak sekarang anak-anak yang sudah sarjana tidak tahu bahasa arti dua puluh enam dalam bahasa Madura,” jelasnya.
Semakin minimnya penggunaan bahasa Madura di kalangan generasi muda diduga lantaran lingkungan dimana mereka tinggal tidak lagi membiasakan berbahasa daerah, sehingga dari tahun ke tahun bahasa yang menjadi kebanggaan masyarakat kian terkikis dengan era perkembangan zaman.
“Saya sebagai generasi muda memang mengakui bahwa penggunaan bahasa Madura yang halus sudah lagi kita gunakan bahasa halus. Namun yang biasa kita gunakan hanya bahasa halus sedang, itu rata-rata yang digunakan generasi muda saat ini,” tutur Syamsuri (29), salah seorang pemuda di Kabupaten Sumenep.
Jurnalis: M. Fahrul/Editor: Irvan Sjafari/Foto: M.Fahrul