Dandim 0421/LS Sebut Pulau Terluar Potensial Bagi Pengembangan Ternak Sapi

RABU 2 NOVEMBER 2016
LAMPUNG-Potensi pulau pulau terluar yang ada di wilayah teritorial Kodim 0421/LS khususnya di Kabupaten Lampung Selatan telah mendapat tinjauan dari Komandan Kodim 0421/LS, Letkol Arm.Untoro Hariyanto,S.IP. Ia memaparkan pihaknya mempunyai  program swasembada pangan dan swasembada daging. Dalam pelaksanaan program tersebut  pihaknya melakukan berbagai terobosan di antaranya dengan melakukan tinjauan ke beberapa pulau terluar yang ada di Lampung Selatan.

Komandan Kodim 0421/LS, Letkol Arm.Untoro Hariyanto,S.IP. ketika melakukan peninjauan.

 

Kabupaten di ujung Pulau Sumatera tersebut merupakan kabupaten yang memiliki beberapa pulau besar diantaranya Pulau Sebesi, Pulau Sebuku, Pulau Kandang Balak, Pulau Kandang Lunik, Pulau Rimau Balak dan beberapa pulau lain.

Letkol Arm.Untoro Hariyanto yang didampingi langsung Perwira Korem 043/Garuda Hitam mengungkapkan telah melakukan peninjauan ke pulau pulau tersebut. Kunjungan salah satunya dilakukan untuk melihat potensi pengembangan lahan peternakan yang bisa menyokong perekonomian Lampung Selatan.

Setelah melakukan peninjauan, ia mengungkapkan dengan letak yang tak jauh dari Pulau Sumatera, pulau-pulau itu memiliki sumber daya alam yang cocok beberapa pulau tersebut dipastikan memiliki potensi yang tinggi untuk pengembangan ternak sapi.

Beberapa pulau yang telah dikunjungi oleh tim dari Kodim 0421/LS diantaranya Pulau Sebuku, Pulau Kandang Balak dan Dua Balak. Kunjungan atau tinjauan tersebut menurutnya merupakan implementasi dari adanya program kerjasama antara Mabes TNI dengan Kementerian Pertanian untuk mencari lokasi yang tepat untuk pengembangan peternakan sapi yang merupakan bagian dari penyokong sektor pertanian.

“Tentunya berdasarakan beberapa pertimbangan karena peternakan sapi memerlukan persiapan yang matang terutama berkaitan dengan ketersediaan lokasi, sumber pakan serta hal hal penting lainnya dan satu Pulau yakni Kandang Balak sangat cocok untuk pengembangan peternakan sapi,”ungkap Komandan Kodim 0421/LS, Letkol Arm. Untoro Hariyanto dalam keterangannya, Rabu (2/11/2016).

Pelabuhan Bakauheni dan pulau-pulau terluar.

Potensi yang ada di pulau tak jauh dari Pelabuhan Bakauheni yang merupakan pintu gerbang Pulau Sumatera dan menjadi bagian gugusan pulau yang ada di Selat Sunda.

Menurut Letkol Arm.Untoro Hariyanto berdasarkan beberapa pertimbangan, sejumlah  pulau yang telah ditinjau dan diperkirakan tidak cocok untuk pengembangan ternak sapi yakni Pulau Sebuku dan Dua Balak. Kontur batu cadas yang curam serta ketersediaan sumber air tawar terutama saat musim kemarau yang tak memadai membuat dua pulau dikesampingkan untuk menjadi tempat pengembangan ternak sapi.

Selain itu khusus Pulau Dua Balak menjadi pulau yang dipenuhi vegetasi hutan mangrove sehingga digunakan untuk observasi.

Ia mengungkapkan pada tahap awal Kodim 0421/LS melakukan pendataan dengan cara survei wilayah geografis, landscape, status kepemilikan tanah tersebut. Tinjauan tersebut menurut mantan Komandan Batalyon Armed Martapura Sumatera Selatan ini selanjutnya akan menjad bahan laporan ke Mabes TNI dan Kementerian Pertanian. Terkait realisasi dengan adanya potensi tersebut masih memerlukan pertimbangan dan kajian.

Pantauan Cendana News, gugusan pulau pulau di Selat Sunda tersebut sebagian besar merupakan pulau yang hanya dihuni oleh para pekebun. Mereka  menggarap lahan dengan sistem sewa. Sebagian besar pulau merupakan hutan mangrove dan ditanami pohon kelapa dan perkebunan jagung.

Lokasinya yang dekat dengan Pulau Sumatera dan memiliki bentang alam yang menakjubkan sering menjadi lokasi memancing bagi para nelayan dan penghobi memancing di perairan Selat Sunda.

Jurnalis: Henk Widi/Editor: Irvan Sjafari/Foto: Henk Widi

Lihat juga...