75 Persen Pendapatan Hilang, Sopir Taksi Konvensional se-Kota Bandung Gelar Aksi

RABU, 2 NOVEMBER 2016

BANDUNG — Massa dari Gabungan Pengemudi Taksi Bandung (GPTB) geruduk Balaikota di Jalan Wastu Kencana, Rabu (2/11/2016). Mereka meminta ketegasan Walikota Bandung, Ridwan Kamil untuk menyikapi keberadaan taxi online berplat hitam yang diklaim semakin menjamur.
Berdasarkan pantauan, ribuan pengemudi taxi ini berjalan dari Jalan Viaduct, Kota Bandung menuju Balai Kota Bandung. Aksi solidaritas juga diikuti massa dari Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia. Ketua GPTB, Tedi Nugraha menilai keberadaan taksi online berpengaruh kepada pendapatan pengemudi taksi konvensional. Dimana berkurang hingga 75 persen.
“Kesejahteraan masyarakat yang sudah lama berprofesi sebagai supir taksi mengalami penurunan yang sangat tajam dan mengalami persoalan kemiskinan yang tidak sedikit,” ucap Tedi di sela aksi.
Pihaknya juga menilai taksi online tak ubahnya sebagai angkutan ilegal. Mengingat tidak memakai plat nomor kendaraan kuning seperti angkutan umum lainya.
Padahal plat kuning penting untuk melakukan penataan operasi angkutan umum yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009. Salah satunya, dalam pasal 133 wajib mempertimbangkan keadilan dalam persaingan usaha.
“Ini sudah lama dibiarkan, ada apa dengan Pemkot Bandung. Ada apa dengan Walikota. Mana keberpihakan kepada kami sebagai warga Bandung,” katanya.
Tedi sampaikan kedatangan para sopir taksi konvensional ini pun untuk menagih janji Walikota yang sempat memberikan pernyataan akan memberhentikan operasi taksi online.
“Mana janjinya akan mendukung kami. Sudah jelas penghasilan kami sekarang berkurang setiap hari. Jangankan untuk makan, untuk setoran saja susah,” jelasnya.
Pihaknya juga mendesak Pemerintah Kota Bandung untuk mengusut tuntas pungutan liar (pungli) yang dilakukan oleh pemerintah maupun organisasi.
“Usut tuntas pungutan liar oleh organisasi tertentu, dinas, maupun institusi kepemerintahan,” pungkasnya.

Jurnalis : Rianto Nudiansyah / Editor : ME. Bijo Dirajo / Foto : Rianto Nudiansyah

Lihat juga...