Wakil Ketua DPRD Nagekeo: Setiap Pembangunan Pasti Ada yang Dikorbankan

KAMIS, 20 OKTOBER 2016

MBAY — Setiap pembangunan akan membutuhkan korban, dimana-mana pasti ada yang dikorbankan. Hanya saja harus diminimalisir agar apa yang menjadi keinginan masyarakat tidak saja ditinggalkan. Demikian ditegaskan Wakil Ketua DPRD Nagekeo Kristianus  Dua Wea menjawab pertanyaan media di kantornya, Rabu (19/10/2016).
Dikatakan Dua Wea, bukan karena programnya Jokowi jadi DPRD Nagekeo menerimanya saja, tapi karena ini program pusat maka pasti sudah melewati kajian oleh tim yang berkompeten.
“Tentu sudah melewati kajian oleh tim dari pusat bahwa tempat itu yang paling ideal untuk pembangunan waduk Lambo,” ujarnya.
DPRD Nagekeo tentu tidak akan membiarkan rakyatnya sendirian bila dampaknya sangat merugikan masyarakat. DPRD menerima pendapat mereka yang menolak dan masih ada ruang untuk mendiskusikan hal ini.
“Kita percaya bukan masyarakat yang menolak tapi sebagian kecil masyarakat yang menolak dan pasti ada sesuatu yang terputus yang bisa membangun kesadaran meeka,” tandasnya.
Wakil rakyat asal partai Golkar ini meminta masyarakat dengan hati yang iklas untuk menerima pembangunan waduk sebagai sesuatu yang baik dan ada garansi akan terjadi kesejahteraan bukan hanya masyarakat sekitar tapi semua masyarakat Nagekeo
DPRD Nagekeo dan pemerintah lanjut Dua Wea, perlu melakukan komunikasi secara bersama-sama dengan masyarakat tapi ruang komunikasi itu yang tidak diberikan masyarakat.
“Kita pernah sekali kita ke desa di sekitar waduk untuk lakukan sosialisasi namun warga menolaknya,” terangnya.

Warga belum paham keberadaan waduk untuk mereka, lanjut Dua Wea, sebab jika mereka paham mereka pasti akan menerimanya. Ada jalan lain,bukan jalan kekerasan yang bsia ditempuh untuk mencari kesepahamanan antara pemerintah,DPRD dan masyarakat.

“DPRD tetap membela rakyat namun dalam konteks tertentu dan akan menjadi fasilitator bersama pemerintah meyakini masyarakat bahwa pembangunan waduk ini baik untuk masyarakat,”tutupnya.


Jurnalis ; Ebed  De Rosary / Editor : Rayvan Lesilolo / Foto : Ebed De Rosary

Lihat juga...