JUMAT, 21 OKTOBER 2016
SOLO — Pasar murah yang digelar di Kantor Desa Jungkare, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah diwarnai dengan aksi saling dorong oleh ratusan warga. Bahkan, pasar murah yang digelar oleh anggota DPR RI tersebut, mengakibatkan banyak balita dan manula yang terjepit di kerumunan massa.

“Tidak ada yang bantu momong anak saya, makanya tetap saya ajak,” ucap Sunarti salah satu warga kepada Cendana News, Jumat (21/10/16).
Pasar murah yang menyediakan beras, minyak goreng dan gula pasir itu menarik minat ratusan warga setempat, karena harganya yang sangat murah. Dengan uang Rp 35 ribu, warga dapat menukarkan satu paket sembako. Yakni 5 kilogram beras, satu kilogram gula pasir, dan satu liter minyak goreng.
“Harganya sangat murah, bisa menghemat kebutuhan rumah tangga,” imbuh Sunarti.
Mariyati, warga lain juga mengatakan hal serupa. Menurutnya harga sembako yang digelar anggota DPR RI itu jika dibandingkan dengan harga pasaran sangat jauh. Sebab, harga pasaran, paket sembako itu mencapai Rp 75 ribu. Namun, dengan pasar murah itu warga cukup membelinya dengan harga 35 ribu rupiah.
“Jadi memang sangat membantu warga miskin,” kata Mariyati.
Pantauan Cendana News, sejak pagi ratusan warga di Desa Jungkare memang sudah memadati aula kantor desa yang dijadikan lokasi pasar murah. Banyaknya warga yang datang membuat petugas keamanan dan pembagian sembako kwalahan. Bahkan, petugas berulang kali harus memberikan teguran kepada warga yang saling dorong untuk membeli sembako murah tersebut.
Sementara itu, Endang Srikarti, anggota DPR RI menyatakan, adanya pasar murah itu sebagai wujud keberadaan wakil rakyat di tengah-tengah masyarakat. Dengan adanya pasar murah diharapkan dapat meringankan beban masyarakat, terutama warga miskin.
“Ini sebagai wujud jika masyarakat memiliki wakil rakyat, jadi perlu diperhatikan. Dengan kerjasama dengan BUMN yang ada, kita kenalkan asuransi untuk usaha maupun modal untuk usaha,” terangnya.

Meski sempat terjadi saling dorong dan banyak balita dan lansia yang terjepit, pelaksanaan pasar murah ini berlangsung lancar. Tidak ada korban, baik sakit atau pingsan, meskipun suasana pasar murah tersebut sempat tidak terkendali.
Jurnalis : Harun Alrosid / Editor : ME. Bijo Dirajo / Foto : Harun Alrosid