SABTU, 22 OKTOBER 2016
KUBU RAYA — Sejumlah warga di Desa Bintang Mas, Kecamatan Rasau Jaya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, memilih jadi nelayan sungai. Berbagai jenis Ikan didapat setiap harinya dengan cara menebar jarring di tepian sungai. Perahu yang digunakan adalah sampan yang masih tradisional alias tidak menggunakan mesin.
Sumandang, nelayan sungai di Desa Bintang Mas mengaku, setiap hari ia menebar jarring ikan di sungai. “Ikan belida, ikan baung, dan ikan sungai yang didapat setiap hari,” ucap Sumandang kepada Cendana News, Sabtu (22/10/2016).
Disebutkan, warga desa di sana bersepakat untuk menjaga sungai dari kerusakan. Caranya adalah, setiap ada sampah dan kayu diambil para nelayan. Setelah itu, sampah dan kayu itu, para nelayan membawanya ke tepian sungai. Selanjutnya, sampah dan kayu dimanfaatkan kembali untuk keperluan.
“Misalnya ada sampah plastik yang masih digunakan, kita ambil. Kalau kayu, kita manfaatkan untuk kayu bakar,” tuturnya yang mengaku setiap harinya membawa anaknya mencari ikan di sungai.
Ikan yang didapat, ia menuturkan dijual kembali ke pasar tradisional. Penghasilan yang didapat setiap hari bisa mencapai jutaan rupiah.
Disebutkan, selama ini ia menjadi nelayan sungai swadaya atau tidak mendapat bantuan apapun dari pemerintah setempat. Dikatakan, menjadi nelayan sudah turun dari keluarganya.
“Kakek saya juga nelayan sungai. Bapak saya juga. Ini murni modal sendiri. Mulai dari sampan dan kebutuhan lainnya,” ujarnya.
Ratusan kilo gram ikan didapat para nelayan sungai setiap harinya. Bermacam ikan itu, selanjutnya dibawa pulang nelayan sungai untuk dijual kembali ke pasar tradisional di wilayahnya. Selain dijual, ada juga para nelayan membuat ikan asin di rumah masing-masing.
Bagi para nelayan sungai, menjaga dan merawat sungai adalah keharusan. Karena, sungai memberikan berkah bagi para nelayan sungai. Kerja keras mencari ikan tak menyurutkan para nelayan taat aturan yang sudah ditetapkan pemerintah. Yakni tidak boleh menoba ikan atau meracun. Hal itu menjadi kesepakatan para nelayan sungai. Karena sadar, dengan menjaga sungai, maka rejeki datang.
Jurnalis : Aceng Mukaram / Editor : ME. Bijo Dirajo / Foto : Aceng Mukaram
Jurnalis : Aceng Mukaram / Editor : ME. Bijo Dirajo / Foto : Aceng Mukaram