MINGGU, 23 OKTOBER 2016
PAMEKASAN — Musyarawah Daerah (Musda) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, yang digelar pada hari Minggu (23/10/2016) sore ini diharapkan tidak sampai ada hal-hal yang diributkan. Pasalnya musyawarah tersebut bertujuan untuk menyusun dan menetapkan program kerja kedepan bagaimana agar partai berlambang pohon beringin itu tetap jaya dan mengedepankan kepentingan rakyat.

Dalam hal musyawarah daerah ini perlu waktu untuk menyusun dan menetapkan program kerja dengan adanya sinkronisasi bersama pemerintah daerah ini bagaima membantu dengan tulus dan iklas. Sehingga apabila itu dilakukan apa yang menjadi cita-cita Partai Golkar di gerbang salam ini tambah memikat dengan kebijakan yang dikeluarkan harus menyentuh dengan rakyat.
“Musda dilakukan untuk menyusun dan menetapkan program kerja, jadi enggak usa diributkan, karena yang pertama tujuannya menyusun bagaimana program kita kedepan,” kata Nyono Suharli, Ketua DPD I Partai Golkar Provinsi Jawa Timur, saat Musda DPD Partai Golkar Kabupaten Pamekasan, Minggu (23/10/2013) sore.

Disebutkan, bahwa dalam musyawarah daerah itu tidak perlu ramai-ramai dukung saling mendukung untuk pilih ketua, karena sekarang sudah tidak ada. Sebab pada zaman dirinya di Jawa Timur diinginkan memang aklamasi, jika itu tidak bisa dilakukan maka harus PLT, apabila ramai pasti pimpinan di kecamatan ini beda mengalami perbedaan pendapat yang pada akhirnya membuat mereka tidak rukun.
“Selain menyusun dan menetapkan program kerja, berikutnya yaitu mengevaluasi bagaimana kekurangan selama lima tahun membantu pemerintahan daerah. Baru setelah itu menetapkan ketua, jadi ketua ini berat dan harus tanggungjawab,” jelasnya.
Menjadi ketua bukanlah hal yang gampang, tetapi penuh dengan tanggungjawab yang harus dijalankan dengan baik, sehingga perintah partai yang telah ditentukan di anggaran dasar dapat berjalan sesuai yang diinginkan bersama.
Jurnalis : M. fahru / Editor : Rayvan Lesilolo / Foto : M. Fahrul