SEMARANG — Menteri Sosial RI, Khofifah Indar Parawansa menghadiri Rapat Senat Terbuka, Peringatan 1 Muharram 1438 H, yang digelar Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang, Jawa Tengah, pada Jumat siang (28/10/16).
“Tahun baru Islam sebagai momentum srategis bagi umat Islam untuk meningkatkan derajat pengabdian, derajat pengorbanan ke titik yang lebih tinggi,” papar Mensos saat memberikan orasi ilmiah dalam Rapat Senat yang dihadiri seribuan mahasiswa Unissula.
1 Muharram sebagai titik penandaan penanggalan umat Islam, yang diawali dari Hijrah dari Mekah menuju Madinah sebagai peningkatan untuk kesejahteraan umat (masyarakat). Momentum inilah yang tengah dilakukan Kemensos untuk menghijrahkan masyarakat miskin yang terpinggirkan, menjadi masyarakat sejahtera.
“Maka tugas dari Kemensos adalah bagaimana menghijrahkan penduduk yang semula dari terpinggirkan, termarginalkan menjadi masyarakat yang lebih baik, baik kesejahteraannya maupun derajatnya. Hari ini kita melihat jika Unissula bersama-sama dengan Kementerian Sosial juga menghijrahkan satu Desa menuju Desa Mandiri,” ucap Khofifah.
Pada kesempatan tersebut, Khofifah menyampaikan Orasi Ilmiah yang bertajuk Sinergi Perguruan Tinggi dan Kementerian Sosial Dalam Pemberdayaan Masyarakat Madani. Di hadapan seribuan peserta Sidang Senat Terbuka, Mensos menjelaskan jika implikasi dari pemberdayaan masyarakat madani tak bisa lepas dari adanya Piagam Madinah yang dilaksanakan pada jaman Rasulullah.
“Jika kita membaca dan mencermati pasal-pasal dalam Piagam Madinah, maka pemberdayaan masyarakat madani akan tercipta. Bagaimana Pasal yang ada sangat jelas, bagaimana hak dan kewajiban rakyat atau warga negara dalam Piagam Madinah tersebut,” terangnya.
Piagam Madinah, tekan Khofifah, mencakup suku-suku, kelompok, golongan, yang mempunyai hak dan kewajiban. Ini seperti bangsa Indonesia, yang terdiri dari suku-suku ras dan agama.
“Ini bagaimana Piagam Madinah dapat memberikan kepastian hukum, kepastian kesejahteraan, serta keamanan dari masyarakat yang ada di dalam sebuah negara demi terwujudnya masyarakat yang madani,” imbuhnya.
Pada kesempatan ini, Mesnos juga menyampaikan Program Keluarga Harapan (PKH) yang saat ini tengah digalakkan Kemensos. Pada 2017 nanti, Kemensos menganggarkan Rp 12 Triliun untuk 6 juta peserta penerima PKH.
“Selain itu, bantuan dalam KUBE juga akan dikucurkan dengan jumlah sangat luar biasa. Maka perlunya sinergisitas antara pemerintah, masyarakat, maupun perguruan tinggi dalam pengawasan bantuan yang diberikan pemerintah,” tandasnya.
Sementara itu, Rektor Unissula, Amir Thoma menambahkan, Rapat Senat Terbuka peringatan 1 Muharrom sebagai peringatan Dies Natalis Unissula.
“Rapat Senat Terbuka ini sudah menjadi tradisi yang digelar pada peringatan 1 Muharram, karena berdirinya Unissula lahir pada bulan Muharram. Muharram menjadi momentum berdirinya peradaban Islam,” pungkasnya.