JAKARTA — Upaya Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah dalam hal mengontrol maupun menekan tingginya harga Rata-rata daging Sapi di pasaran dalam waktu dekat ini tampaknya akan sulit terlaksana, salah satu sebabnya karena sebentar lagi akan tiba momen datangnya Hari Raya Natal 25 Desember 2016 dan Tahun Baru 1 Januari 2017 mendatang.
Berdasarkan pengalaman yang sudah-sudah, pada setiap momen datangnya perayaan Hari Raya Natal dan Tahun Baru, maka biasanya konsumsi atau permintaan daging Sapi akan mengalami peningkatan yang tajam sekitar 40-50 persen dibandingkan dengan permintaan konsumsi daging Sapi hari-hari biasa.
Memang permintaannya tidak begitu tinggi apabila dibandingkan dengan permintaan menjelang memasuki bulan puasa Ramadhan maupun Lebaran Hari Raya Idul Fitri yang mencapai hingga 200 %. Namun walau bagaimanapun tetap saja berdampak, harga daging Sapi pada akhir Tahun 2016 mendatang diperkirakan akan kembali merangkak naik karena adanya permintaan yang tinggi.
Demikian dikatakan Abdullah Mansuri, Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKKAPI) kepada wartawan seusai membuka secara resmi acara Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) ke IV IKKAPI yang hingga saat ini masih berlangsung di Ballroom Cempaka II, Hotel Grand Cempaka, Kecamatan Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Sabtu (29/10/2016).
“Oke sebelumnya kita apresiasi dulu upaya dan usaha daripada Pemerintah Pusat melaui Kementrian maupun Dinas-Dinas Pemerintah Daerah yang terkait untuk mengontrol, mengawasi maupun menekan tingginya harga Daging Sapi di pasaran, namun saya pesimis Pemerintah nantinya akan mampu menjual daging sapi pada kisaran harga 80.000 Rupiah per kilogram” demikian kata Abdullah Mansuri kepada wartawan di Jakarta, Sabtu sore (29/10/2016).
Abdullah Mansuri mengatakan “tak lama lagi akan tiba momen datangnya perayaan Hari Raya Natal dan Tahun Baru, berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya diperkirakan harga daging Sapi di pasaran pada akhir tahun 2016 mendatang akan kembali melambung tinggi, kemungkinan harganya bisa diatas 100.000 per kilogram, salah satu sebabnya kerena setiap ada permintaan yang tinggi, stok ketersediaan daging sapi otomatis akan berkurang atau terbatas” katanya di Hotel Grand Cempaka Jakarta.