
Hingga kemarin, Disnakanlut mencatat sebanyak 149 tempat pemotongan hewan yang tersebar di berbagai masjid dan mushola. “Pemeriksaan kesehatan ante mortem (sebelum hewan disembelih) telah berlangsung sejak Kamis lalu, dan kembali dilakukan Jumat ini. Selanjutnya pada Senin usai penyembelihan akan dilakukan pemeriksaan post mortem (setelah daging dipotong),” jelas Kadisnakanlut Kota Denpasar Ir AAG Bayu Brahmasta, Jumat 9 September 2016.
“Sebanyak 139 petugas kesehatan dari dinas, dibantu dosen dan mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan Unud akan menyebar ke sejumlah masjid,” jelasnya.
“Sejauh ini, belum ada ditemukan hewan yang sakit. Mudah-mudahan tidak ada,” ujarnya.
Bayu Brahmasta mengimbau untuk warga Kota Denpasar yang hendak membeli atau menerima daging kurban harus tetap teliti supaya tidak mendapatkan daging yang tidak sehat. Momen Idul Adha biasanya dimanfaatkan oleh sejumlah oknum untuk mendapatkan keuntungan yang berlipat, salah satunya dengan menjual daging sapi gelondongan.
“Masyarakat harus tetap waspada, jangan membeli daging yang warnanya pucat. Pilih daging yang segar. Sejauh ini kami tidak temukan adanya daging gelondongan di Denpasar, kami juga rutin melakukan pengecekan daging dari luar Denpasar,” pungkasnya.
(Bobby Andalan)