
Disebutkan, saban hari Rista membantu ibunya, Ni Wayan Parmi berjualan di Pura Besakih. Pura Besakih sendiri merupakan pura terbesar di Bali yang menjadi obyek pariwisata. Otomatis, setiap hari Rista bergaul dengan wisatawan mancanegara.
“Dia setiap hari berkomunikasi sama tamu,” jelas David.
“Dari usia 5 tahun Rista sudah jualan di Besakih. Tapi dia intens belajar bahasa asing pada usia 7 tahun,” kata David.
“Dia sekolah mulai pukul 07.00-12.00 WITA. Selepas pulang sekolah dia jualan paling lama 1,5 jam. Setelah itu dia kembali ke sekolah untuk les. Rista anaknya lumayan aktif,” ucapnya.
Meski cukup berprestasi, namun hingga kini David mengaku putrinya belum mendapat bantuan apapun, semisal beasiswa. “Belum ada. Saya katakan yang sejujurnya. Beberapa waktu lalu saja saya dan Rista diundang Ibu Bupati untuk memberi motivasi anak gepeng (gelandangan dan pengemis) di Munti Gunung. Rista diberi bantuan kamus 15 bahasa,” ujarnya.
