![]() |
| Bayu Widodo pemateri Workshop |
Namun sebagai sebuah hasil kreasi, karya paste up yang dibuat dengan menempelkan potongan-potongan gambar atau tulisan dari majalah atau koran bekas itu kini dianggap sebagai sebuah karya seni yang menarik. Fungsinya sebagai alat propaganda atau menyampaikan kritik atau pesan publik, pun masih diakomodasi dalam setiap karya paste up tersebut. Pasalnya, kritik dan pesan publik itulah sebenarnya yang membuat karya paste up itu menjadi hidup dan mampu berbicara kepada khalayak.
![]() |
| Karya Paste Up |
Namun dalam Festival Kesenian Yogyakarta 2016 yang digelar Selasa-Jumat (23/8-9/9/2016), sebuah komunitas anak muda kreatif yang menamakan diri Komunitas Survive, mencoba memperkenalkan kembali paste up sebagai salah satu karya seni. Melalui sebuah workshop gratis, Komunitas Survive mengajarkan kepada pengunjung cara membuat paste up yang ternyata dirasa menyenangkan dan menarik bagi anak-anak muda sekarang.
![]() |
| Pengunjung antusias membuat paste up |
“Dalam kegiatan ini, kami mengangkat isu-isu lokal tentang Yogyakarta”, ujarnya.

