SABTU, 30 JULI 2016
MATARAM — Konferensi Internasional Islam (KII) yang akan berlangsung sore nanti di hotel Sheraton, Kabupaten Lombok Barat dan dihadiri ratusan ulama dalam dan luar negeri akan membahas beberapa isu utama yang selama ini banyak menjadi sorotan dunia.

“Isu terorisme dan radikalisme merupakan isu utama yang akan dibahas oleh ratusan ulama, serta merumuskan bersama langkah penanganan melalui rekomendasi dan kebijakan setiap negara,” kata Wakil Gubernur NTB, Muhammad Amin di Mataram, Sabtu (30/7/2016).
Ia mengatakan, untuk kita ketahui bersama, isu terorisme dan radikalisme selama ini banyak menjadi sorotan dunia, termasuk Indonesia, tidak saja keberutalannya, tapi juga perkembangannya, yang lambat laun bisa mengancam keutuhan dan stabilitas negara.
Di NTB sendiri, sudah bukan menjadi rahasia umum, terutama Kabupaten Bima yang kerap dengan stigma sebagai daerah transit para pelaku teroris, sehingga pertemuan ratusan ulama dan cendikiawan muslim tersebut menjadi sangat strategis.
“Harapannya, mudahan saja, melalui pertemuan tersebut akan menghasil rekomendasi yang kemudian bisa ditindaklanjuti dalam bentuk kebijakan oleh pemerintah,” kata Amin.
Rencananya KII yang dihadiri 212 ulama Indonesia dan 88 ulama luar negeri tersebut akan dibukan secara langsung oleh Presiden sore ini, usai bertolak dari menghadiri pembukaan acara Hari Keluarga Nasional (Harganas) di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).
[Turmuzi]