Terkait Vaksin Palsu, Pengamat Minta Komisi IX Evaluasi Kemenkes

SENIN, 18 JULI 2016

JAKARTA — Pengamat anggaran dari Center For Budget Analysis meminta Komisi IX DPR RI mengevaluasi Kementerian Kesehatan terkait beredarnya vaksin palsu yang sudah berlangsung sejak 2003.
Direktur Center For Budget Analysis (CBA), Uchok Sky khadafi menilai, kemunculan vaksin palsu diduga ada ‘permainan’ antara pelaku dengan oknum Kementerian Kesehatan (Kemenkes).
“Orang orang internal Kemenkes diduga juga terlibat permainan, jangan lepas tanggungjawab,”sebut Uchock dalam rilis yang diterima Cendana news di Senayan, Jakarta, Senin, (18/7/2016).
Disebutkan, pada 2015, Kemenkes mengalokasi anggaran untuk obat dan vaksin sebesar Rp.1.461.731.000.000, dan pada tahun 2016 sampai sebesar Rp.2.865.770.770.000.
Namun di 2016, dari anggaran Rp.2.865.770.770.000, pengadaan baru dimulai pada 10 juni 2016, anggaran yang baru lelang hanya sebesar Rp.25.200.000.000 dari total alokasi sebesar Rp.2.865.770.770.000.
“Jadi, untuk 6 bulan ke depan, pihak kementerian kesehatan tidak mungkin atau cukup mustahil kalau harus mencairkan sebesar Rp.2.840.570.770.000 untuk beli vaksin,” paparnya.
Ia mengharapkan Komisi IX DPR RI segera mengevaluasi anggaran di Kemenkes.
[Adista Pattisahusiwa]
Lihat juga...