Tanamkan Kecintaan, SMKI Ponpes Sirajul Huda Kembangkan Sekolah Agribisnis

MINGGU, 31 JULI 2016

MATARAM — Nusa Tenggara Barat (NTB) terutama Pulau Lombok, selain dikenal akan keindahan alamnya melalui sejumlah objek wisata dimiliki, juga merupakan daerah agraris yang hampir sebagian besar masyarakatnya bekerja di sektor pertanian.

Meski demikian, minat dan keinginan menggeluti dunia pertanian, terutama di kalangan muda, pelajar, mahasiswa termasuk sarjana pertanian sangat memprihatinkan. Padahal kalau dikelola dengan baik, pertanian bisa mendatangkan keuntungan besar secara ekonomi.
“Melihat fenomena itulah, untuk menanamkan kecintaan terhadap bidang pertanian di kalangan siswa, Sekolah Menengah Kejuruan Islam Pondok Pesantren Sirajul Huda, Kabupaten Lombok Tengah kembangkan sekolah agribisnis,” kata Ketua Yayasan Ponpes Sirajul Huda, Ahmad Jumaely saat mengajak siswanya melakukan praktik di acara pameran agribisnis MTQN di Mataram, Minggu (31/7/2016).
Ia mengatakan, di SMKI Sirajul Huda, selain belajar teori di ruang kelas, siswa juga lebih banyak diajak melakukan praktik secara langsung di lapangan dengan bercocok tanam berbagai jenis tanaman pertanian seperti sayuran dan cabai rawit.
Selama praktik lapangan, kata Jumaely, siswa banyak belajar tentang bagaimana pola tanam yang baik dan ramah lingkungan dengan hasil memuaskan, melakukan pengamatan tentang perkembangan tanaman yang ditanam dari awal, kemudian membuat laporan untuk didiskusikan bersama siswa lain di kelas.
“Jadikan untuk memberikan pemahaman, rasa cinta siswa terhadap pertanian dan lingkungan, praktik lapangan lebih banyak dilakukan daripada teori di ruangan dan memang terbukti lebih memudahkan transfer pengetahuan kepada siswa,”sebutnya.
Baiq Suyatni, guru SMKI Ponpes Sirajul Huda mengatakan, meski baru dibuka beberapa tahun, Respon masyarakat terhadap keberadaan SMKI Sirajul Huda terutama jurusan agribisni cukup positif dan banyak mendaftarkan anaknya.
Untuk terus meningkatkan pengetahuan siswa di bidang pertanian, pihaknya juga melakukan kerjasama dengan jurusan Universitas Mataram, termasuk sedang berupaya memberikan pengetahuan kepada siswa, bagaiman menjadikan hasil pertanian sebagai produk olahan bernilai ekonomi.
“Sehingga dengan demikian, siswa sekolah tidak saja mendapat pengetahuan dalam bentuk teori yang abstrak, tapi juga mendapatkan keterampilan yang bisa dikembangkan menjadi usaha selepas pendidikan dari Yayasan,” tutupnya.
[Turmuzi]
Lihat juga...