SENIN, 11 JULI 2016
JAKARTA — Belum tuntas tragedi penyanderaan yang menimpa 7 Anak Buah Kapal (ABK) Warga Negara Indonesia (WNI) yang diduga disandera kelompok teroris Abu Sayyaf di perairan negara Filipina bagian selatan beberapa Minggu yang lalu, kini Indonesia kembali dikejutkan dengan adanya peristiwa penyanderaan yang menimpa 3 ABK asal Indonesia.
Menurut informasi yang berhasil dihimpun Cendana News secara langsung dari Sutiyoso, Kepala Badan Intelejen Negara (BIN), belakangan diketahui bahwa 3 ABK WNI tersebut sebelumnya diduga telah diculik dan disandera oleh sekitar 5 orang kelompok bersenjata di wilayah perairan Lahat Datu, Negara Bagian Sabah, Malaysia.
Sutiyoso menjelaskan, awalnya ada 7 orang yang berada di kapal naas tersebut, para penculik kemudian sempat bertanya kepada para ABK, siapa diantara 7 orang ABK tersebut yang memiliki paspor, kemudian 3 ABK WNI mengaku memiliki paspor sedangkan 4 orang lainnya mengaku tidak memiliki paspor atau dokumen keimigrasian.
Para penculik kelompok bersenjata tersebut tak lama kemudian melepaskan 4 orang yang tidak memiliki paspor, sedangkan 3 orang yang mempunyai paspor langsung disandera dan ditawan di sebuah lokasi yang tidak diketahui pastinya. 3 ABK WNI tersebut saat ini kemungkinan sedang dalam perjalanan dari Malaysia dibawa menuju ke perairan negara Filipina.
Sutiyoso, Kepala BIN mengatakan “berita seputar penyanderaan yang menimpa 3 ABK WNI tersebut memang benar, menurut informasi yang saya terima, 5 orang kelompok bersenjata tersebut awalnya menculik 7 orang, 4 orang diantaranya kemudian dibebaskan, sedangkan 3 orang lainnya diculik dan ditawan di sebuah lokasi yang masih belum diketahui, namun lokasi penculikan diperkirakan di sekitar perairan Lahat Datu, Negara Bagian Sabah, Malaysia” terangnya sesaat setelah tiba di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, Minggu malam (10/7/2016).
Hingga berita ini ditulis, identitas ke 3 ABK asal Indonesia tersebut masing-masing diketahui adalah Lorence Koten, laki-laki 34 tahun, Teo Dorus Kopong, laki-laki 42 tahun dan Emanuel, laki-laki 46 tahun. Saat ini Kementrian Luar Negeri (Kemenlu) Republik Indonesia sedang berkoordinasi dengan Herman Prayitno, Duta Besar Indonesia untuk Malaysia beserta jajaran yang terkait dan Pemerintah Negara Malaysia seputar penanganan penculikan dan penyanderaan yang menimpa ke 3 ABK asal Negara Indonesia tersebut.(Eko Sulestyono)