Solo Akan Bangun Jalur Kereta Stasiun Balapan-Bandara Adi Soemarmo

SELASA, 12 JULI 2016

SOLO — Pemerintah Kota Solo, Jawa Tengah,  berencana membangun jaringan moda transportasi massa yang menghubungkan Stasiun Solo Balapan dengan bandara Adi Soemarmo. Meski saat ini pembangunan moda transportasi yang menghubungkan antara Stasiun Solo Balapan dengan Terminal Tirtonadi masih tahap pembangunan tiang panca, rencana membangun jalur kereta yang menghubungkan antara stasiun Solo Balapan dengan Bandara Adi Soemarmo, Boyolali, Solo, terus dikaji. 

Kepastian akan pembangunan jalur yang menghubungkan tiga titik moda transportasi massa ini diungkapkan Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) Edi Sukmoro dalam pantauan arus balik di Stasiun Solo Balapan beberapa hari lalu. Menurut Dirut PT KAI, kedatangan ke Solo itu selain emmantau arus balik juga untuk rapat koordinasi terkait rencana pembangunan jalur kereta antara Balapan dengan Bandara Adi Soemarmo.
“Untuk pengembangan jaringan kereta dari Balapan sampai Bandara masih kita lakukan koordinasi. Ini baru akan dilakukan rapay, jadi belum tau kepastiannya seperti apa dan kapan serta biayanya berapa,” ungkapnya kepada Cendana News, saat ditemui pada Minggu lalu (10/7/16). 
Dijelaskan Edi, pembangunan jalur kereta dari Balapan sampai Bandara ini sudah mendapatkan persetujuan dari Menteri BUMN Rini Soemarmo. Pengembangan jalur kereta ini menurut Dirut akan menggunakan jalur kereta api pada umumnya, yakni melawati jalur permukiman warga. “Kita sedang merencanakan pembangunan jalur sampai ke AirPort sesuai dengan restu Ibu Menteri  BUMN. Jalur kereta ini akan menggunakan jalur bawah (landed),” terangnya. 
Sementara itu, Kepala Dishubkominfo Solo, Yosca Hemran Soedrajat menambahkan, ada beberapa alternative pembangunan jaringan kereta api dari Stasiun Balapan sampai bandara Adi Soemarmo tersebut. Selain menggunakan jalur bawah, ada alternative yang cukup ringan, yakni melalui jalur kereta api atas (monorail). 
“Kalau kita lebih cenderung monorail, karena tidak harus melakukan pembebasan lahan yang memakan waktu yang cukup lama. Monorail ini sesuai dari grand design yang kita rencana awalnya,” ungkapnya. 
Rencana pengembangan jalur kereta yang mengubungkan Stasiun dengan Bandara ini telah dilakukan kajian sejak dua tahun lalu. Berbagai terobosan dalam kajian pengembangan jalur strategis yang menghubungkan moda transportasi massa ini sudah beberapa kali disodorkan kepada Kementrian Perhubungan. 
“Kajian yang kita lakukan sudah sejak 2 tahun silam. Grand design untuk transportasi di Solo telah kita persiapan sejak lama. Ini karena kendaraan pribadi semakin banyak, jika tidak kita tekan dengan moda transportasi massa, Solo sudah macet parah sejak beberapa tahun yang lalu,” pungkasnya. (Harun Alrosid)       
Lihat juga...