SABTU, 2 JULI 2016
SOLO — Petugas Dinas Pertanian dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap peredaran daging sapi glonggongan dan tak layak konsumsi menjelang lebaran. Dalam razia gabungan yang digelar di Pasar Kartasura itu, petugas menemukan hati sapi bercacing di sejumlah lapak pedagang.

Razia gabungan yang dilakukan pada Sabtu dini hari (2/7/16), di Pasar Kartasura, Sukoharjo, mengkagetkan sejumlah pedagang daging sapi yang berada di lantai dua pasar tersebut. Petugas dengan sigap langsung menyebar meneliti satu persatu pedagang daging sapi. Tak perlu waktu lama, petugas akhirnya menemukan hati sapi yang bercacing.
“Kita sejak awal sudah curiga karena ada kantong plastik yang berusaha disembunyikan pedagang. Setelah kita cek, ternyata hati sapi tersebut bercacing,” ungkap Ngatmini, salah satu dokter hewan yang ikut sidak tersebut kepada awak media.
Dalam sidak pengawasan daging jelang lebaran ini, petugas masih menemukan cacing hati di sejumlah pedagang lain. Oleh petugas, adanya temuan cacing hati ini pedagang diminta untuk tidak menjual kepada masyarakat, guna memberikan rasa aman dan kelayakan konsumsi daging.
“Saya minta hati bercacing ini tidak dijual, dikembalikan saja ke rumah pemotongan hewan asalnya. Hati bercacing ini termasuk daging yang tak layak konsumsi,” tegasnya.
Petugas menduga, banyak pedagang yang tidak teliti saat menerima pasokan daging dari rumah pemotongan hewan. Sehingga daging yang berada di pasaran belum dapat dipastikan keamanan dan kelaikan konsumsi masyarakat. Pada kesempatan ini, petugas juga memastikan agar tidak ada daging glonggongan yang dijual bebas jelang lebaran.
“Kita juga memeriksa kadar air yang terkandung dalam daging sapi, dengan menggunakan watermeter. Petugas tidak menemukan daging sapi di pasar Kartasura yang glonggongan, dan tergolong normal. Termasuk harga per kilogram daging sapi di sini juga normal, yakni 100 ribu rupiah per kilogramnya,” tandasnya.

Sementara itu, salah satu pemilik lapak daging sapi yang ditemukan cacing hati, Turasih, mengaku tak tahu menahu jika daganganya bermasalah. Perempuan ini berkilah jika mendapatkan hati sapi tersebut dari rumah pemotongan hewan dari daerah Ampel, Boyolali.
“Saya tidak tahu, hanya dapat setoran dari rumah pemotongan hewan seperti pedagang lainnya. Ini memang karena teledor, karena sendiri juga tidak mengeceknya terlebih dahulu,” kilahnya.
[Harun Alrosid]