Sekber Keistimewaan DIY Gelar Aksi Bunga Tanda Cinta Untuk Papua

JUMAT, 15 JULI 2016

YOGYAKARTA — Sekretariat Bersama Keistimewaan DI Yogyakarta, Jumat (15/7/2016), sore ini menggelar aksi damai bertajuk Kitorang Jogja Cinta Papua di Titik Nol Kilometer Kota Yogyakarta. Aksi damai tersebut digelar sebagai upaya menjernihkan situasi, terkait maraknya isu kerusuhan yang terjadi dalam aksi unjuk rasa warga Asrama Mahasiswa Papua Kamasan I Yogyakarta.

Aksi damai Sekber Keistimewaan DIY
Belasan warga tergabung dalam Sekber Keistimewaan DIY menggelar aksi bunga di depan Plasa Monumen Soerangan Oemoem 1 Maret 1949 di Titik Nol Kilometer Yogyakarta. Mereka menuliskan tema aksi Kitorang Jogja Cinta Papua dengan bunga mawar merah dan putih.
“Aksi bunga adalah aksi damai untuk menunjukkan rasa cinta warga Yogyakarta kepada Papua”, ujar Widihasto Wasana Putra, Ketua Sekber Keistimewaan DIY sekaligus Koordinator Aksi, Jumat (15/7/2016).
Lebih jauh, Widi mengatakan, bunga mawar merupakan simbol rasa cinta. Sedangkan, warna merah dan putih sengaja dipilih agar masyarakat Papua dan di mana pun tetap dalam cara pandang yang sama, bahwa persatuan dan kesatuan harus selalu dihidupkan. Dengan aksi ini, kata Widi, pihaknya ingin menunjukkan warga Yogyakarta selalu terbuka kepada semua suku dan mengajak kepada siapa pun untuk bersama-sama membangun negara dan mengisi kemerdekaan dengan hal-hal positif serta menghindari benturan-benturan yang tidak perlu. 
Widi mengakui, bahwa ada aspirasi yang berkembang di Papua untuk memerdekakan diri, juga ada pemiskinan dan ketidak-adilan di Papua. Karenanya, Widi juga mengimbau agar negara tetap bisa melindungi segenap tumpah darah dan menciptakan perdamaian di seluruh dunia, khususnya di Papua. 
“Bahwa aksi yang terjadi Asrama Mahasiswa Papua Kamasan I tidak perlu dibesar-besarkan, dan tidak perlu pula membuat stigma kepada warga Papua”, ujarnya.
Aksi Bunga yang dilakukan dengan membuat tulisan Kitorang Jogja Cinta Papua, berlangsung damai dan menjadi perhatian warga dan wisatawan. 
“Aksi bunga ini sengaja kami gelar juga sebagai wacana tandingan terhadap berbagai rumor yang selama ini menyebut seolah-olah telah terjadi kerusuhan terkait aksi di Asrama Mahasiswa Papua Kamasan. Banyak foto diunggah di media sosial yang seolah menunjukkan ada kerusuhan dan kekerasan, padahal tidak ada”, pungkas Widi. (koko)
Lihat juga...