KAMIS, 28 JULI 2016
SUMENEP — Satu jenazah Tenaga Kerja Indonesia (TKI) atas nama Rusida, warga Desa Angkatan, Kecamatan Arjasa, Pulau Kangean, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, yang menjadi korban kapal tenggelam di Malaysia akhirnya di pulangkan ke kampung halamannya. Sekitar pukul 03.05 WIB pada hari Kamis (28/7/2016) dini hari, jenazah tersebut dibawa menggunakan perahu kayu bersama keluarganya.
??
![]() |
| Jatim, salah satu saudara korban perahu tenggelam |
Jenazah korban korban kapal tenggelam di perairan Pantai Batu Layar, Johor, Malaysia pada hari Sabtu (23/07/2016) beberapa waktu lalu diantar dengan menggunakan ambulan milik Unit Pelaksana Teknis Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (UPT-P3TKI) Surabaya. Kemudian selanjutnya untuk transportasi menuju kepulauan diserahkan kepada pihak keluarga.
“Jenazah saudara saya ini langsung mau dibawa pulang kekampung halaman dengan menggunakan perahu kayu. Sehingga tidak bisa berlama-lama disini, karena keluarga di kampung sudah menunggunya untuk segera dikebumikan,” kata Jatim (31), salah satu saudara korban kepada Cendana News, Kamis (27/7/2016) dini hari.
Disebutkan, bahwa dirinya bersama korban sudah sekitar dua tahun lalu tidak bertemu, karena sang kakak berangkat bekerja menjadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Malaysia bersama suaminya guna mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya. Namun sayang saat hendak pulang ia menjadi korban kapal pengangkut imigran Indonesia yang tenggelam hingga meninggal dunia.
“Kami bersama keluarga sangat sedih melihat kakak pulang dalam keadaan meninggal dunia, tetapi mau bagaimana lagi kan ini sudah takdir dari yang maha kuasa. Jadi kami harus pasarah menghadapi kenyataan ini meskipun rasanya sulit disembuhkan, karena kami lama tidak pernah bertemu dengan saudara” jelasnya.
Dalam perjalanan pemulangan jenazah korban kapal tenggelam tersebut mereka harus menempuh jalur laut kurang lebih 6 jam, itupun harus mengarungi lautan dengan menggunakan perahu kayu agar bisa tiba ke kampung halamannya. Sehingga apabila jenazah telah tiba ke tempat kediamaannya akan segera dikebumikan.
Sekedar ketahui, korban yang meninggal dunia dalam insiden kapal tenggelam di Malaysia sebanyak tiga orang, diantaranya bernama Rusida, warga Desa Angkatan, Kecamatan Arjasa Pulau Kangean, Farida, warga Dusun Pasar Baru, Desa Paseraman, Kecamatan Arjasa, dan atas nama Salim, warga Dusun Pasar Baru, Desa Paseraman, Kecamatan Arjasa.
Sedangkan dua korban berikutnya ditemukan dalam kondisi selamat, yaitu Muhawan, warga Desa Dandung, Kecamatan Kangayan dan Ariffin Bin Marsaha, warga Desa Sitembang, Kecamatan Arjasa. Sehingga secara keseluruhan korban selamat dan meninggal dunia sebanyak lima orang. (M. Fahrul)