Satkamla Gagalkan 3 Penyelundupan dalam 5 Bulan Terakhir

KAMIS, 28 JULI 2016
JAYAPURA — Dalam lima bulan, Satuan Keamanan Laut (Satkamla) Lantamal X Jayapura telah menggagalkan tiga kasus penyelundupan dengan taksiran nilai kurang lebih seratus juta rupiah. Keterbatasan personil tak menyurutkan semangat anggota Satkamla tersebut.
 
Komandan Satuan Keamanan Laut (Dan Satkamla) Lantamal X Jayapura, Mayor Laut (P) A.Y.Musa Samban,mengaku dalam kepemimpinan dirinya pada akhir Maret hingga saat ini, pihaknya telah membongkar tiga kasus penyelundupan tepatya bulan April gagalkan penyelundupan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang hendak dibawa ke PNG (Papua New Guinea).
“Kasusnya telah diserahkan ke Reskrim Khusus Polda Papua dan telah ditangani saat ini ditingkat kejaksaan,” kata Mayor Laut (P) Musa Samban, Kamis (28/7).
Dibulan yang sama, pihaknya menggalkan penyelundupan kulit kayu Masohi dan telah dilimpahkan ke pihak Karantina Jayapura.
 
“Saya dapat info terbaru kayu tersebut telah dimusnahkan dan kasusnya tetap dilanjutkan dalam penanganan hingga ke meja hijau” ujarnya.
Untuk kasus yang ketiga, dikatakannya, yakni penyelundupan Kakao dan Pinang dari PNG ke Indonesia.
 
“Kasus ini yang kami bongkar kemarin malam, Rabu (27/7/2016) hampir sama dengan penyelundupan kulit kayu Masohi bulan April lalu” katanya.
Pihaknya akan menyerahkan kasus penyelundupan Kakao dan Pinang ke Bea Cukai dan Karantina. “Dari tiga kasus ini, kalau kami total nilainya kurang lebih seratus juta rupiah, dan tersangka dari tiga kasus tersebut yakni kasus BBM 5 orang, kulit kayu Masohi 7 orang dan terakhir ini Kakao dan Pinang sebanyak 3 orang, jadi total 15 tersangka” tuturnya.
Apakah personil Satkamla cukup untuk menjaga keamanan perairan di Kota Jayapura khususnya perbatasan Negara RI-PNG? menurutnya standar personil di Satkamla Lantamal X Jayapura berjumlah 92 personil, sementara yang ada yakni 62 personil.
“Ini bukan satu halangan lakukan operasi menjaga keamanan di perairan Jayapura, jadi akan tetap kami tindak lanjuti. Kekurangan personil bukan halangan bagi kami” urainya.
Kedepan, pihaknya terus melakukan tugas seperti penangkalan, penindakan dan pemulihan untuk menjaga tindak kriminalitas di perairaan perbatasan.
 
“Untuk peangkalan dan penindakan, kami akan selalu lakukan operasi, tak hanya operasi sendiri namun kerjasama dengan pihak-pihak terkait seperti Polisi, Bea Cukai, Imigrasi dan Karantina serta instansi lainnya” pungkasnya. (Indrayadi T Hatta)
Lihat juga...