Puncak Arus Balik, Dirut PT KAI Tinjau Stasiun Solo Balapan

MINGGU, 10 JULI 2016

SOLO — Memasuki H+4 Lebaran, Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia Edi Sukmoro, meninjau kondisi arus balik di Stasiun Solo Balapan. Kondisi arus balik di Stasiun Solo Balapan ini dinilai menjadi puncak arus balik karena banyaknya penumpang yang naik melalui Stasiun tersebut.

Kepada awak media, Dirut PT KAI menyatakan, baik Solo maupun Yogyakarta sampai Sabtu malam (9/7) kemarin menjadi puncak arus balik. Seluruh rangkaian Kereta Api dengan Tujuan Jakarta, Bandung, maupun kota besar di Indonesia,  semuanya telah terisi dan penuh semua. “Ini memang kita tengarai sebagai puncaknya arus balik, karena seluruh kereta full. Seluruh tiket terjual habis, ini menjadi definisi dari puncak dari Kereta Api,” ucapnya kepada awak media pada Minggu siang (10/7/16).
Dijelaskan lebih lanjut, sejauh ini evaluasi dari arus mudik hingga arus balik H+4 ini jalur Kereta Api tidak ada kendala yang berarti. Pada arus mudik kemarin, perlintasan Kereta Api di Bangil, Pasuruan, Jawa Timur, sempat lumpuh karena rusak diterjang banjir. Selain di wilayah Jawa Timur, secara keseluruhan tidak ada kendala.
“Hanya di Bangil itu yang tidak kita perkirakan, karena memang terkena banjir. Kereta api sempat lumpuh dan untungnya bisa diselesaikan dalam waktu 24 jam,” terangnya.
Meski memasuki H + 4 Lebaran, menurut Dirut ada trend berbeda dibanding dengan tahun lalu. Yakni, meski arus balik terutama kota-kota yang akan menuju ke Stasiun di Jakarta sudah tinggi, namun penumpang yang dari Jakarta dengan tujuan Jawa juga masih tinggi. Misalnya di Stasiun Pasar Senin Jakarta jumlah penumpang masih tinggi. Dari hari biasa kisaran 17 ribu sampai 18 ribu, namun hingga saat ini masih berkisar 22 ribu.
“Di Stasiun Gambir arus mudiknya masih tinggi, yakni mencapai 15 ribu. Sementara hari biasa hanya berkisar 8-9 ribu. Ini yang masih kita terus evaluasi hingga hari ini,” imbuhnya. (Harun Alrosid)
Lihat juga...