Puluhan Warga Terjangkit Malaria Puskesmas Rajabasa Lakukan Penyemprotan

JUMAT, 15 JULI 2016

LAMPUNG — Dalam waktu dua pekan puluhan warga Desa Banding Kecamatan Rajabasa Kabupaten Lampung Selatan terjangkit penyakit malaria sehingga harus dirawat di Pusat Kesehatan (Puskemas) Rajabasa dan beberapa harus dirujuk ke rumah sakit umum daerah Bob Bazaar Kalianda. Puluhan warga yang terjangkit penyakit akibat gigitan nyamuk anopheles betina tersebut dua diantaranya merupakan wanita hamil.

Kepala Desa Banding kecamatan Rajabasa Kabupaten Lampung Selatan Zuherudin saat ditemui Cendana News mengungkapkan dari dua wanita hamil tersebut bahkan telah melahirkan di rumah sakit meski dalam keadaan terserang penyakit malaria. Ia mengakui belum mengetahui jenis penyakit malaria yang menyerang warganya hanya saja ia mengakui desa tersebut sebelumnya sudah banyak terjangkit malaria namun pengetahuan yang minim membuat ia dan warga belum bertindak cepat.
“Sebetulnya sudah beberapa warga yang terserang malaria namun tindakan penyemprotan segera kami lakukan setelah ada dua wanita hamil terjangkit malaria,”ungkap Zuherudin saat bersama warga setempat melakukan tindakan penyemprotan di ratusan rumah warga,Jumat (15/7/2016)
Zuherudin yang baru menjabat kepala desa di wilayah pesisir pantai Rajabasa tersebut mengungkapkan sebanyak sembilan warga dikerahkan berkoordinasi dengan pihak Puskesmas Rajabasa, aparat desa, aparat perlindungan masyarakat (Linmas),kepala dusun serta kader malaria dan petugas Puskesmas melakukan penyemprotan di setiap dusun terutama di dusun 3 yang warganya banyak terserang malaria. Penyemprotan pada hari pertama menurutnya sudah menghabiskan sebanyak 5 botol insektisida jenis Icon 100 cs yang mengandung lamda sihalotrin 100 g/liter.
“Racun yang digunakan memang jenis insektisida racun kontak dan lambung untuk pengendalian vektor penyakit malaria, nyamuk, lalat dan kecoa sehingga tidak membahayakan manusia”ungkap Zuherudin.
Penyemprotan oleh petugas dilakukan di setiap rumah meliputi kamar kamar terutama pada bagian dinding yang menjadi lokasi hinggapnya nyamuk. Selain lokasi dalam rumah penyemprotan dilakukan di dinding luar rumah. Zuherudin mengaku masih melakukan proses penyemprotan terhadap 100 rumah dari sebanyak 300 rumah warga yang akan disemprot.
Menurut Zuherudin pihak desa dan petugas dari Puskesmas Rajabasa akan terus melakukan pemantauan di dusun 3 yang terdiri dari sebanyak 100 kepala keluarga tersebut paska penyemprotan. Selain dusun 3 pemantauan juga dilakukan terhadap sebanyak 600 kepala keluarga yang ada di desa tersebut.
Sementara itu kader malaria Desa Banding,Samsul,mengakui sebanyak 5 kader yang telah dilatih dalam penanganan penyakit malaria sudah melakukan penyuluhan dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) khusus di desa yang berada di dekat pantai dan wilayah pegunungan dan berada di dekat rawa rawa. Selain penyuluhan kader malaria juga telah mengajukan pemberian bantuan kelambu untuk mencegah nyamuk penyebab malaria  menggigit manusia.
“Prioritas pemberian bantuan kelambu diantaranya diberikan kepada wanita hamil dan yang memiliki anak kecil sehingga bisa menghindari penyakit malaria”terangnya.
Sebagai kader malaria yang telah mendapat pelatihan ia mengaku penyakit malaria disebabkan plasmodium yang merupakan jenis parasit yang menjadi penyebab malaria. Ada banyak sekali jenis parasit Plasmodium, tapi hanya lima jenis yang menyebabkan malaria pada manusia. Parasit Plasmodium hanya disebarkan oleh nyamuk. Ia juga menerangkan malaria adalah penyakit yang disebabkan oleh parasit. Malaria menyebar melalui gigitan nyamuk yang sudah terinfeksi oleh parasit. Infeksi malaria bisa terjadi cukup dengan satu gigitan nyamuk.
“Gejala-gejala malaria yang biasanya terjadi adalah munculnya demam, berkeringat, menggigil atau kedinginan, muntah-muntah, sakit kepala, diare, dan nyeri otot” pungkas Samsul.
Salah satu faktor warga  Desa Banding terjangkit malaria diantaranya menurut Samsul akibat faktor perubahan iklim,letak desa yang berada di bibir pantai dan banyaknya tempat pembibitan udang yang menggunakan petak petak dan kolam tempat air menggenang. Langkah selanjutnya ia dan warga desa akan menggalakkan program kebersihan lingkungan,PHBS dan tetap melakukan penyemprotan untuk menghindari malaria menjangkit warga lain. (Henk Widi)
Lihat juga...