KAMIS, 14 JULI 2016
SOLO — Puluhan warga Gondangtani, Kecamatan Gondang, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, pada Rabu malam (13/7), harus dilarikan ke Puskesmas dan Rumah sakit akibat keracunan massal. Diduga, keracunan massal yang membuat lebih dari 40 warga harus menjalani perawatan ini karena menyantap hidangan sebuah hajatan warga setempat, pada Selasa (12/7) siang.

Kabid Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sragen Dwi Yuliarti mengatakan, mereka yang datang ke Puskesmas Gondang mengeluhkan hal yang sama. Yakni kepala pusing, perut mual, dan badan terasa panas. “Menurut warga mereka pada Selasa siang memakan hidangan dari acara pernikahan dari warga setempat,” ucapnya di Puskesmas Gondang kepada awak media, Rabu malam.
Dikatakan lebih lanjut Yuliarti, guna mengetahui penyebab pasti keracunan massal tersebut, DKK Sragen telah mengambil sampel sisa makanan pada hidangan milik warga tersebut. Sejumlah sampel yang diambil diantaranya sosis, roti dan sayur sambal goreng krecek. “Sejumlah makanan hidangkan lain sudah ada yang habis, dan penyiapan makanan bukan catering melainkan dimasak sendiri,” terangnya.

Sejumlah sampel makanan itu akan dikirim ke Laboratorium Dinas Kesehatan Propinsi Jawa Tengah dan sebagian diteliti di Dinas Kesehatan Kabupaten Sragen. Meski kejelasan penyebab keracunan masih menunggu uji lab, hasil diagnosis dokter sementara diduga keracunan itu karena bahan makanan yang mengandung unsur kimia semacam Borak dan atau sejenisnya. “Ini dikarenakan masa incubasinya sejak di konsumsi hari Selasa dan Rabu sore dan malam. lebih dari 24 jam,” ungkapnya.
Dalam kasus keracunan massal ini, DKK Sragen juga mengerahkan tenaga medis di 3 Puskesmas yang ada di sekitar Kecamatan Gondang. Seperti tenaga medis dari Puskesmas Sambungmacan dan Puskesmas Sambirejo yang sudah bergabung turut membantu di Puskesmas Gondang. Sedangkan satu Puskesmas masih menunggu adanya penambahan tenaga medis. “Tenaga medis yang ada di sekitar Gondang kita gerakkan semua. Karena kondisinya memang membutuhkan tenaga medis tambahan,” tutupnya.(Harun Alrosid)