SENIN, 18 JULI 2016
MATARAM — Kepala Bidang Statistik Sosial, Badan Pusat Statistik (BPS), Nusa Tenggara Barat (NTB), Sunarno mengatakan, daerah perkotaan sampai sekarang masih menjadi penyumbang utama dan terbesar penduduk miskin, terutama di NTB.

Dijelaskan, daerah perkotaan selama ini memang masih menjadi primadona dan mahnet utama masyarakat memperbaiki kehidupan, mengingat lapangan pekerjaan banyak bisa didapangan pekerjaan termasuk perputaran ekonomi juga banyak berlangsung di Kota
“Bekerja di Kota, bagian sebagian masyarakat sampai sekarang memang masih menjadi primadona, tempat memperbaiki kehidupan, tapi kalau tidak mendapatkan pekerjaan, akan menjadi beban bagi sebagai penduduk miskin” kata Sunarno di Mataram, Senin (18/7/2016).
Setiap tahun, jumlah dan pertumbuhan penduduk pada masyarakat perkotaan jauh lebih cepat dibandingkan dengan masyarakat pedesaan, itulah yang menyebabkan, kenapa penduduk miskin lebih tinggi dibandingkan dengan masyarakat pedesaan.
Di NTB sendiri penduduk miskin di daerah perkotaan pada Maret 2016 sebesar 18,20 persen, sementara penduduk miskin di daerah pedesaan pada Maret 2016 sebesar 15,17 persen.
“Komiditi makanan yang paling berpengaruh besar terhadap nilai garis kemiskinan, baik di perkotaan dan pedesaan adalah beras, rokok kretek filter, telur ayam ras, mie instan dan bawang merah” pungkasnya.(Turmuzi)