Perayaan Lebaran Ketupat di Lombok, dari Ziarah Makam Hingga Do’a Minta Keselamatan

RABU, 13 JULI 2016

MATARAM — Kalau di Kabupaten dan daerah lain, perayaan lebaran ketupat dilaksanakan dengan menggelar doa dan dzikir biasa. Perayaan lebaran ketupat di Kota Mataram justru berlangsung meriah dan istimewa, mulai dari acara pesta pantai, ziarah makam para wali hingga minta do’a keselamatan dan keberkahan di pemakaman para wali yang dikeramatkan.

Pantauan Cendana News di pemakaman Loang Baloq, Kelurahan Tanjung Karang, Kota Mataram misalkan, warga masyarakat, baik dari masyarakat Kota maupun luar Kota Mataram, sejak pagi sudah memadati pemakaman Loang Baloq untuk melakukan dzikir dan do’a kepada Allah supaya diberikan keberkahan dan keselamatan.
Selain makam Loang Baloq, terdapat juga makam Bintaro Ampenan, kedua makam ini sendiri, oleh sebagian masyarakat dipercaya dan dikeramatkan sebagai makam para wali, yang kalau berdoa di pemakamannya akan mudah dikabulkan oleh Tuhan.
Tidak heran pemakaman Loang Baloq maupun makam Bintaro tidak pernah sepi dari ziarah makam yang dilakukan oleh warga Kota maupun luar Kota Mataram, setiap akhir pekan, terutama hari Sabtu dan Minggu berdzikir dan berdoa diberi keselamatan dan keturunan yang solehah seperti para Wali.
Selain ziarah makam, warga masyarakat, biasanya juga menggelar acara ngurisang (potong sedikit rambut) bagi anak bayi, dengan meminta para kyai dan keluarga yang ikut hadir memotong sedikit rambut bayi, sembari mendoakan kesuksesan bagi anak bersangkutan, menjadi anak baik.
Usai menggelar dzikir dan do’a yang dipimpin salah seorang kyai, para orang tua kemudian masuk ke bagian dalam. Pemakaman, sambil membawa air yang terisi dalam ceret, bertaburkan bunga wangi, kemudian dibasuhkan ke muka anak-anaknya.
“Ziarah makam bagi masyarakat Lombok itu sudah menjadi tradisi, terutama makam para wali yang dikeramatkan seperti makam Loang Baloq, berdzikir dan mohon doa keselamatan kepada Allah” kata Misnah, warga Kelurahan Mapak, Kota Mataram, Rabu (13/7/2016).
Menurut Misnah, ziarah dan berdoa di makam para wali dipercaya cepat dikabulkan, itulah kenapa banyak warga masyarakat yang datang berziarah, meski rumahnya jauh dari Mataram.
Usai melakukan ziarah makam, dzikir dan do’a, warga biasanya menggelar acara begibung (makan bersama) nasi beserta lauk yang dibawa dari rumah, untuk dimakan di lokasi pemakaman secara bersama keluarga dan sahabat yang ikut hadir.(Turmuzi)
Lihat juga...