MINGGU, 10 JULI 2016
JAKARTA — PT. Kereta Api Indonesia (KAI) beserta beberapa anak perusahaannya yang selama ini telah ditunjuk oleh Pemerintah Pusat sebagai satu-satunya operator yang mengelola dan bertanggung jawab terhadap operasional layanan angkutan Kereta Api (KA) terus berusaha meningkatkan pelayanan demi kenyamanan dan keselamatan, terutama bagi para penumpang yang sering menggunakan jasa layanan angkutan KA.
Salah satu contohnya mereka selalu berinovasi dan membuat terobosan bagaimana caranya untuk bisa meminimalkan potensi bahaya yang kemungkinan muncul secara tiba-tiba, semuanya semata-mata demi keselamatan penumpang, baik selama penumpang tersebut berada di stasiun maupun pada saat penumpang tersebut sedang berada di dalam rangkaian gerbong, selama mereka melakukan perjalanan berpindah tempat dari suatu tempat ke tempat lainnya.
Pantauan Cendana News, Minggu sore (10/7/2016) langsung dari Stasiun Jatinegara, Jakarta Timur, PT. KAI sebenarnya telah memasang beberapa rambu/papan petunjuk terkait dengan informasi atau larangan kepada para penumpang. Tujuannya diharapkan agar para penumpang tidak berbuat semaunya atau bertindak seenaknya saat mereka berada di stasiun maupun saat sedang berada dalam rangkaian gerbong KA.
Salah satunya terdapat beberapa papan informasi larangan yang ditujukan kepada kepada semua penumpang KA tanpa kecuali, diantaranya adalah larangan berjalan atau melintas di sekitar rel KA, karena hal tersebut akan sangat membahayakan keselamatan penumpang itu sendiri. Meskipun banyak petugas keamanan/security yang berjaga-jaga di sekitar area stasiun, namun jumlah mereka sangat terbatas, namun tidak sebanding dengan jumlah penumpang.
Dikhawatirkan pada saat penumpang sedang lalu-lalang melintas di sekitar rel KA, secara bersamaan tiba-tiba ada sebuah rangkaian KA yang sedang melintas, tentu potensi resiko kecelakaan atau tertabrak KA bisa saja terjadi. Padahal rambu-rambu petunjuk maupun larangan telah terpasang di hampir semua sudut-sudut area stasiun, namun walaupun begitu sebagian besar penumpang tampak terlihat cuek dan tetap saja berjalan melintas di sekitar rel KA.
Helmy, seorang penumpang KRL Jabodetabek mengatakan “saya rasa semua penumpang pasti tahu dan sudah membaca terkait dengan adanya rambu larangan/papan petunjuk peringatan yang ada di stasiun, namun ternyata sebagian besar penumpang cuek dan tetap saja nekat melintas di sekitar rel, alasannya kelamaan dan tak sabar menunggu, ya gimana namanya orang banyak, perlu waktu untuk membiasakan dan mendidik penumpang agar tertib dan teratur” katanya kepada Cendana News, Minggu sore (10/7/2016).(Eko Sulestyono)