Pencari Kroto Berburu Rejeki Hadapi Lebaran

MINGGU, 3 JULI 2016

LAMPUNG — Hari raya Idul Fitri 2016/1437 Hijriyah tinggal menghitung hari namun usaha mencari nafkah tetap dijalankan oleh para pencari kroto, makanan burung berkicau di perkebunan serta pohon pohon yang ada di sekitar lahan pertanian warga. Pencari bahkan harus rela meninggalkan tempat tinggal dan mendatangi tempat tempat baru yang belum pernah dikunjungi.
Salah satu pencari kroto di Lampung Selatan adalah Amir (35) menyebutkan, usaha mencari kroto telah dilakukannya hampir selama enam tahun dengan sistem berkeliling ke beberapa desa dan kecamatan yang memiliki potensi perkebunan dan tanaman tertentu yang disukai serangga kecil jenis semut rangrang penghasil kroto. 
Awalnya ia masih melakukan proses mencari kroto menggunakan tekhnik manual dengan sistem memanjat pohon namun selanjutnya dengan tekhnik menggunakan galah panjang ia bisa mengambil kroto dengan lebih mudah menjangkau pohon pohon tinggi.
“Saya sudah berkeliling ke beberapa desa bersama adik untuk mencari kroto menggunakan peralatan seadanya diantaranya galah bambu dan wadah khusus yang saya gunakan untuk menyimpan kroto yang sudah saya peroleh”ungkap Amir saat ditemui sedang mencari kroto di area persawahan desa Sukabaru, Minggu (3/7/2016)
Pengalaman mencari kroto pada berbagai jenis pohon diakui Amir sebagai kegiatan yang menantang dan bahkan penuh resiko diantaranya panas, terkena gigitan semut rangrang, bahkan diusir oleh pemilik kebun karena disangka akan mencuri buah buahan atau tanaman yang ada di kebun milik warga.
Proses mencari kroto yang dilakukan oleh Amir pun terlihat cukup sederhana dengan membawa bambu yang dirakit sedemikian rupa sehingga panjangnya bisa diatur dan ditentukan sesuai ketinggian pohon. Sistem galah bambu tersebut persis menyerupai galah bambu milik tukang kopra yang memetik kelapa. Galah tersebut akan diberi pengait yang berguna merontokkan sarang semut rangrang sehingga kroto berjatuhan di wadah khusus yang berguna sebagai alat pengumpul semut rangrang tersebut.
Resiko tergigit semut yang berjatuhan dari pohon terkadang membuatnya harus menderita gigitan semut disekujur tubuh namun meski demikian ia terbiasa dengan gigitan semut rangrang tersebut. Rasa sakit seperti sengatan lebah tak dirasakannya sebagai resiko sebuah pekerjaan.
Rasa sakit tersebut ungkap Amir dan sang adik, Andi, berganti dengan rasa bahagia saat dirinya menerima uang hasil penjualan kroto yang saat ini mencapai Rp100ribu perkilogram. Harga yang cukup rendah dibanding tahun sebelumnya yang mencapai Rp130ribu perkilogram.
Usaha mencari kroto tersebut diakuinya cukup menjanjikan karena masih bisa dipergunakan sebagai usaha menghasilkan uang untuk persiapan menghadapi lebaran Idul Fitri. Hasil cukup lumayan tersebut baginya cukup menjanjikan sebab dalam sehari ia bisa mendapatkan kroto sebanyak Rp300ribu yang bisa digunakan untuk membeli kue kue lebaran dan persiapan untuk anak sekolah. Rasa sakit yang memberinya luka di sekujur tubuhnya tak dipedulikan dengan harapan bisa mendapatkan uang untuk persiapan lebaran.
[Henk Widi]
Lihat juga...