Pemerintah Pusat Diminta Upayakan Pembebasan 3 WNI Asal Flotim

SENIN, 11 JULI 2016

LARANTUKA — Pemerintah kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur meminta pemerintah provinsi dan pemerintah pusat untuk segera melakukan upaya guna membebaskan ketiga warganya yang ditawan kelompok teroris di perairan sabah Malaysia.
Hal ini disampaikan Bupati Flores Timur, Yosep Lagadoni Herin melalui Kabag Humas Pemda Flotim, Rin Riberu kepada Cendana News, Senin (11/7/2016).
Dikatakan, setelah mendapat informasi adanya TKI asal Flotim yang ditahan, bupati langsung memerintahkan kepala Kesbangpol Flotim untuk mengeceknya.
“Tadi pagi bupati sudah menginstruksikan kepala Kesbangpol untuk mengeceknya dan siang ini sudah didapat kepastian ketiganya merupakan warga asal Flotim,” ujarnya.
Ditambahkannya, ketiga warga tersebut yakni Emanuel Arakian berasal dari desa Lewohala kecamatan Ile Mandiri, Theodorus Kopong asal desa Adobala kecamatan Klubagolit dan Laurens Koten asal desa Nobokonga kecamatan Ile Bura.
“Kepala Kesbangpol sudah mengecek di lapangan dan dipastikan ketiga warga tersebut merupakan warga Flotim,” tuturnya.
Gubernur NTT, Frans Lebu Raya yang dikonfirmasi wartawan Minggu (10/7/2016) berharap pemerintah Indonesia bergerak cepat untuk menyelamatkan ketiga warga negara Indonesia (WNI) asal NTT yang diculik saat mencari ikan di perairan Malaysia.
“Saya sudah terima informasi itu san sudah membangun komunikasi dengan pemerintah pusat di Jakarta. Intinya, kita minta agar segera melakukan tindakan cepat untuk menyelematkan mereka,” katanya.
Untuk diketahui, ketiga WNI sekelompok pria bersenjata asal Filipina kembali menculik tiga Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Nusa Tenggara Timur saat menangkap ikan di atas kapal pukat tunda LD/114/5S milik Chia Tong Lim, Sabtu (9/7/2016) sekitar pukul 24.00. Mereka diculik di perairan Felda Sahabat, Tungku, Lahad Datu, Negara Bagian Sabah, Malaysia.
[Ebed De Rosary]
Lihat juga...