Pejalan Kaki Membludak ASDP Perlakukan Buka Tutup Gangway

JUMAT, 8 JULI 2016

LAMPUNG — Pergerakan arus pemudik pejalan kaki yang akan melakukan arus balik pada angkutan lebaran tahun 2016 (1437 Hijriyah) mulai menunjukkan peningkatan diantaranya penumpang pejalan kaki, penumpang dalam kendaraan serta penumpang pengguna roda dua. Meningkatnya jumlah pemudik yanh melakukan arus balik bahkan telah terjadi sejak hari pertama lebaran dengan jumlah penumpang mencapai 47.068. 


General Manager PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Bakauheni,Eddy Hermawan, menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan dibanding hari sebelumnya. Membludaknya arus penumpang pejalan kaki membuat pihak PT ASDP berkoordinasi dengan kantor syahbadar dan otoritas pelabuhan (KSOP), Kepolisian Sektor Pelabuhan (KSKP) Bakauheni memberlakukan sistem buka tutup untuk mengatasi kepadatan penumpang yang akan naik ke kapal. 
Kepadatan arus balik bahkan terjadi sejak loket pembelian tiket sehingga petugas PT Mata Pencil Globalindo menerapkan kebijakan penumpang pejalan kaki yang datang secara rombongan membeli tiket dengan diwakili oleh ketua rombongan untuk menghindari antrian panjang.
“Pembelian tiket tetap dilayani dengan pencatatan manifes penumpang menggunakan data identitas yang dimiliki calon penumpang pejalan kaki sebelum naik ke kapal melalui gangway pelabuhan Bakauheni,”ungkap General Manager PT ASDP cabang Bakauheni, Eddy Hermawan saat meninjau loket pembelian tiket pejalan kaki, Jumat (8/7/2016)
Selain pembelian tiket dengan sistem antrian yang disiapkan sebanyak 14 loket khusus pembelian tiket pejalan kaki  pihak PT Mata Pencil Globalindo selaku penanggungjawab pembelian tiket pejalan kaki dan kendaraan bahkan telah menyiapkan sebanyak 6 loket tambahan dengan sistem portable. 
Penambahan loket portable tersebut dilakukan untuk mengatasi panjangnya antrian penumpang pejalan kaki yang akan membeli tiket. Loket portable bahkan dalam kondisi khusus bisa dipindah ke terminal sehingga para calon penumpang pejalan kaki bisa membeli tiket tanpa harus mengantri cukup lama.
Terkait penumpukan di gangway pihak KSOP telah menyiapkan petugas di gangway, embe, loket pembelian tiket untuk mengurai kepadatan dengan melakukan penghitungan manifest penumpang agar sesuai kapasitas setiap kapal yang akan berlayar ke Pelabuhan Merak. Pengaturan jumlah manifest penumpang pejalan kaki tersebut telah mulai dilakukan setelah penumpang pejalan kaki selesai membeli tiket dan menunggu di ruang tunggu.
“Pengaturan jumlah penumpang baik penumpang pejalan kaki dan kendaraan yang akan menyeberang ke Merak tersebut berkaitan dengan aspek keselamatan penumpang saat arus balik,”ungkap kepala KSOP Bakauheni, Agustinus Aruan.
Agustinus mengakui aspek keselamatan selama arus balik menjadi tanggungjawab berbagai pihak sehingga pengaturan jumlah manifest dilakukan agar penumpang pejalan kaki dan di dalam kendaraan saat naik ke atas kapal lebih nyaman dan aman. Selain manifest penumpang pengaturan sistem buka tutup gangway untuk menghindari penumpang berdesak desakan saat akan masuk kapal terutama penumpang pembawa anak anak dan lansia.
Ketua MPR RI dan Bupati Lampung Selatan Pantau Arus Balik di Bakauheni
Mengalirnya arus balik di Pelabuhan Bakauheni menjadi perhatian bagi ketua MPR RI, Zulkifli Hasan dan bupati Lampung Selatan, Zainudin Hasan yang langsung meninjau pelabuhan Bakauheni. Zulkifli Hasan bahkan meninjau terminal kedatangan, loby pembeli tiket dan sempat berbincang dengan para calon penumpang.
“Saya melihat arus balik menggunakan kapal dari Pelabuhan Bakauheni cukup banyak namun masih terpantau normal belum ada antrian yang cukup panjang dan kinerja kepolisian dan pihak ASDP dalam melayani pemudik cukup bagus tahun ini,”ungkap Zulkifli Hasan.
Ia berharap insiden korban meninggal akibat kemacetan seperti di Brebes tidak terulang atau terjadi selama arus balik di Lampung dengan tetap memperhatikan keselamatan yang dilakukan kerjasama  berbagai pihak dalam pelaksanaan operasi kemanusiaan ramadniya 2016.
Berdasarkan data posko lebaran penumpang dalam arus mudik yang naik dari Merak selama arus mudik dari H minus 12 hingga hari kedua lebaran tercatat jumlah penumpang mencapai 945.612 orang terdiri dari sebanyak 174.504 orang dan sebanyak 771.108 orang. Jumlah tersebut cukup berbeda dengan jumlah penumpang pejalan kaki yang naik dari pelabuhan Bakauheni menuju Pelabuhan Merak pada H plus satu mencapai 444.089 orang. Jumlah tersebut diperkirakan masih terdapat 47 persen penumpang baik penumpang pejalan kaki dan dalam kendaraan belum kembali atau sebanyak 501.523 orang.
Sementara jumlah kendaraan yang belum menyeberang dari Pulau Sumatera ke Pulau Jawa melalui Pelabuhan Bakauheni mencapai 121.294 unit dari jumlah total yang menyeberang dari Merak sebanyak 201.842 unit kendaraan. Jumlah tersebut diantaranya sebanyak 71.228 unit kendaraan roda dua tercatat belum kembali melalui Pelabuhan Bakauheni Lampung.
Antisipasi lonjakan penumpang PT ASDP bahkan menyiagakan sebanyak 29 kapal perhari dengan rata rata trip kapal mencapai 100 trip. Kapal kapal yang dioperasikan rata rata merupakan kapal berkapasitas besar di atas 5000 Gross Ton. Hingga saat ini pihak ASDP belum memberlakukan kapal khusus pengangkut kendaraan roda dua yang akan kembali ke Pulau Jawa.
[Henk Widi]
Lihat juga...