Pasang Alat Ukur Air Baku, Pelanggan PDAM Balikpapan Stop Produksi Dua Hari

KAMIS, 28 JULI 2016
 
BALIKPAPAN — Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Balikpapan selama dua hari mulai kemarin tidak mendistribusikan air bersih ke pelanggan, menyusul adanya pemasangan alat ukur air baku (Magnetic flow meter) dengan target maksimal 24 jam.
 
Dirut PDAM Haidir Effendi
 
“Hari ini (28/7) giliran IPAM Kampung Damai yang tak dialiri karena stop produksi akibat adanya pemasangan alat ukur. Dan kemarin (27/7) IPAM Batu Ampar,” jelas Direktur Utama PDAM Haidir Effendi, Kamis (28/7/2016).
 
Pihaknya memohon maaf terhadap ketidaknyamanan yang terjadi. Pemasangan alat ukur ini dikatakannya sudah waktunya.
 
“Targetnya pengerjaan bisa 24 jam, kalaupun ada pelanggan yang belum teraliri selama 24 jam lebih pasca pemasangan alat ukur itu karena aliran air perlu waktu khususnya dataran tinggi,” tandasnya.
 
Terkait dengan musim hujan yang melanda kota minyak ini, Haidir mengatakan Waduk Manggar saat ini persediaannya aman karena air hujan terus mengalir, sehingga masyarakat tak perlu khawatir dengan pendistribusian air bersih.
 
“Alhamdulillah level air Waduk Manggar terus mengalami kenaikan. Pada  Selasa (26/7), level air Waduk Manggar tercatat 7,43 meter. Kemudian Rabu (27/7)level air naik menjadi 7,49 meter,” ujarnya.
 
Namun kenaikan level Waduk Manggar sebagai salah satu penyuplai air bersih kota Balikpapan itu belum cukup aman untuk menghadapi musim kemarau.
 
“Untuk amannya dalam menghadapi kemarau hingga 10 meter ke atas,” pungkasnya.(Ferry Cahyanti)
Lihat juga...