Libur Lebaran, Pengunjung Museum Keraton Sumenep Meningkat Hingga 100 Persen

JUMAT, 8 JULI 2016

SUMENEP — Dalam suasana momentum libur Hari Raya Idhul Fitri 1437 Hijriyah pengunjung yang mendatangi Museum Keraton Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, mengalami peningkatan yang drastis. Sehingga banyaknya pengunjung yang datang lebih banyak hingga mencapai 100 persen dibanding dengan hari-hari sebelumnya meski mereka yang datang hanya wisatawan wilayah Pulau Madura.

Suasana pengunjung yang mendatangi Museum Kraton Sumenep.
Pada saat hari libur apapun, Museum Keraton yang hanya satu-satunya di wilayah Madura ini seringkali dijadikan jujukan para wisatawan baik lokal maupun luar daerah, karena di tempat tersebut pengunjung dapat mengetahui berbagai peninggalan raja pada zaman terdahulu. Sehingga mereka juga bisa mengenal sejarah para pemimpin yang telah mampu mensejahterakan masyarakat.
“Kalau liburan lebaran kali ini pengunjung yang datang ke Museum Keraton sangat banyak, karena jika dibandingkan dengan hari-hari sebelumnya mengalami peningkatan mencapai hingga 100 persen. Tetapi untuk hari ini pengunjung yang datang masih masyarakat Madura,” kata Moh. Erfandi, Kepala UPT Museum Keraton Kabupaten Sumenep, Jumat (8/7/2016).
Disebutkan, bahwa kemugkinan masyarakat banyak yang akan menikmati liburan ke Museum Keraton ini diprediksi akan terus mengalami peningkatan hingga libur lebaran selesai, biasanya nanti bukan hanya masyarakat lokal saja. Tetapi pengunjung dari daerah jawa juga biasanya banyak, karena pada tahun-tahun sebelumnya juga banyak yang dari luar daerah.
“Pengunjung yang datang kesini biasanya bersama keluarga besarnya, sehingga mereka bisa menikmati berbagai peninggalan para raja zaman terdahulu, karena keraton yang ada hanya di daerah ini. Kalau di madura kan tidak ada lagi selain di Sumenep,” jelasnya.
Untuk menikmati liburan di Museum Keraton Sumenep tidak perlu mengeluarkan biaya besar, karena harga tiket bagi pengunjung dewasa hanya dipatok Rp. 2000 per orang dan untuk anak kecil hanya dikenakan biaya tiket sebesar Rp. 1000 per orang. Sedangkan untuk biaya parkir kendaraan baik roda dua maupun roda empat tidak ditentukan, sehingga hanya menerima seikhlasnya dari pengunjung yang datang. (M. Fahrul)
Lihat juga...