Ketupat Dijadikan Menu Utama Masyarakat Madura di Penghujung Hari Raya Idhul Fitri

RABU, 13 JULI 2016

SUMENEP — Ketupat merupakan sebuah menu utama bagi masyarakat di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, pada saat perayaan hari raya ketupat atau disebut dalam Madura, ‘Tellasan Topak’. Pasalnya hal itu sudah menjadi kebiasaan sejak zaman terdahulu dalam momentum penghujung lebaran hari raya Idhul Fitri.

Suasana warga sedang merayakan hari raya ketupat.
Kebiasaan menyajikan ketupat ketika merayakan lebaran ketupat merupakan sebuah tradisi peninggalan nenek moyang terdahulu yang hingga kini masih terus dilestarikan oleh masyarakat ujung timur Pulau Madura. Sehingga dalam waktu satu hari makanan yang disediakan oleh warga baik untuk tamu maupun konsumsi sendiri.
“Jadi setiap lebaran ketupat (Tellasan Topak) warga pasti menyediakan menu ketupat, karena itu sudah menjadi tradisi turun temurun yang masih dilestarikan oleh masyarakat daerah ini. Maka dalam satu hari penuh warga menyediakan makanan dengan menu ketupat,” kata Abd. Mannan (45), salah seorang warga di Kabupaten Sumenep, Rabu (13/7/2016).
Disebutkan, bahwa biasanya pada perayaan lebaran ketupat seluruh warga yang ada di desa mendatangi masjid maupun mosholla, dimana seluruh jamaah terlebih dahulu menggelar doa bersama, setelah itu kemudian mereka menikmati hidangan yang terdiri dari menu ketupat. Hal itu guna menjalin tali silaturrahmi antar sesama agar mempererat tali persaudaran dalam penghujung hari raya Idhul Fitri.
“Ketika berkumpul seluruh warga yang menjadi jamaah masjid maupun mosholla rasa sangat senang, apalagi ditambah dengan adanya sajian makanan bermenu ketupat. Sebab acara seperti itu sangat sulit dijumpai, itupun hanya sekali dalam setahun, makanya dengan ini akan mempererat persaudaraan,” jelasnya.
Mereka berharap kedepan perayaan hari raya ketupat tetap berjalan meriah dengan menyajikan menu ketupat yang sudah menjadi tradisi kebanggaan masyarakat. Karena itu memang perlu dijaga dengan baik agar tidak mudah punah dan terkikis dengan perkembangan zaman yang semakin maju. (M. Fahrul)
Lihat juga...