SABTU, 2 JULI 2016
BALIKPAPAN — Indeks harga kelompok transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan yang naik pada bulan Juni 2016 sebesar 5,38 persen menyebabkan kota Balikpapan mengalami inflasi tertinggi di Kalimantan sebesar 1,72 persen di bulan Juni.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) kota Balikpapan, Nur Wahid mengungkapkan, laju inflasi selama Juni itu disumbang besar oleh kenaikan indeks harga kelompok transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan yang naik sebesar 5,38 persen, kelompok bahan makanan sebesar 2,22 persen. Dan disusul kelompok kesehatan sebesar 1,47 persen.
Berdasarkan catatan BPS Balikpapan, komoditi yang mengalami kenaikan signifikan yakni kacang panjang sebesar 66,67 persen, angkutan udara sebesar 45,76 persen, disusul dengan daun singkong, kentang, bayam, kol putih, kelapa, ikan biji nangka, kangkung, gula pasir, nanas, sawi hijau, cabe rawit, wortel, dan pepaya.
“Setiap bulan ramadan tarif transportasi udara selalu melonjak. Dari catatan kami kelompok transport tercatat mengalami inflasi sebesar 8,11 persen,” katanya, Jumat (1/7/2016).
Selain itu, Nur Wahid menjelaskan kegiatan operasi pasar yang diselenggarakan oleh sejumlah instansi terbukti berhasil menahan laju inflasi di Kota Balikpapan, pada Juni Badan Pusat Statistik Balikpapan mencatat laju inflasi mencapai 1,72 persen. Meski inflasinya masih tinggi.
“Laju inflasi pun tidak sepenuhnya bisa diantisipasi dengan operasi pasar. Sebab ada komoditas lain yang memang melonjak harganya,” sambungnya.
Sementara itu, secara year on year inflasi Balikpapan mencapai 4,55 persen. Angka inflasi Balikpapan tercatat sebagai inflasi tertinggi se-Kalimantan, disusul oleh Kota Tarakan sebesar 1,59 persen dan Kota Pontianak sebesar 1,21 persen.
[Ferry Cahyanti]