KAMIS, 14 JULI 2016
JAKARTA — Sejak dulu biaya yang harus dikeluarkan dan ditanggung oleh seorang pebalap maupun pihak sponsor yang akan mengikuti perlombaan balap otomotif balap mobil dunia seperti Formula 1, NASCAR di Amerika, World Rally Championship (WRC), Le Mans 24 Hour maupun balap sepeda motor seperti Moto GP/WSBK memang tidak bisa dibilang sedikit.
Apalagi seri lomba balap mobil dunia sekaliber Formula 1, sebelum seorang calon pebalap bisa berlaga mengikuti balapan, maka yang bersangkutan setidaknya harus bisa menyediakan dana/anggaran yang tidak sedikit, baik anggaran dari hasil merogoh kocek pribadi maupun pendanaan dari pihak sponsor, jumlahnya luar biasa besar yaitu bisa mencapai miliaran rupiah.
Saking besarnya anggaran pendanaan selama mengikuti balapan Formula 1, maka tak jarang banyak pebalap yang akhirnya bertumbangan alias berhenti di tengah jalan karena tidak bisa mengikuti seri balapan berikutnya yang masih tersisa akibat kekurangan anggaran pendanaan. Salah satunya yang kini sedang dihadapi pebalap muda berbakat asal Indonesia adalah Solo, Jawa Tengah, yaitu Rio Haryanto.
Sebelumnya Rio Haryanto diketahui sejak bulan April 2016 hingga saat ini telah mengikuti beberapa seri lomba kejuaraan balap mobil dunia Formula 1 di berbagai sirkuit di negara yang berbeda. Rio Haryanto telah mencatatkan namanya dalam sejarah sebagai orang Indonesia pertama yang mengikuti kejuaraan balap mobil dunia bergengsi sekelas Formula 1.
Namun nasib pebalap kebanggaan Indonesia Rio Haryanto di Formula 1 kini berada di ujung tanduk, sesuai dengan perjanjian yang telah disepakati kedua belah pihak yaitu antara pihak manajemen Rio Haryanto dengan Manor Racing Team (MRT).
Untuk bisa mengikuti seluruh rangkaian perlombaan balap mobil Formula 1 dalam satu musim, maka pihak manajemen Rio Haryanto maupun pihak sponsor utama dalam hal ini PT. Pertamina (Persero) sedikitnya harus menyediakan anggaran sebesar 15 juta Euro atau sekitar 228 miliar Rupiah, dengan kurs saat ini sekitar Rp. 15.200 per 1 Euro.
Sebenarnya sebelum mengikuti balapan seri pertama Formula 1 di Sirkuit Albert Park, Melbourne, Australia, pada bulan April 2016, pihak manajemen Rio Haryanto sudah menyetorkan sebagian uang kewajiban pembayaran, yaitu sebesar 8 juta Euro/sekitar 121.5 miliar Rupiah kepada Manor Racing Team (MRT).
Perincian biaya yang sudah disetorkan pihak manajemen Rio Haryanto kepada Manor Racing Team (MRT) masing-masing sebagai berikut, 3 juta Euro/sekitar 45.6 miliar Rupiah berasal dari dana pribadi pihak keluarga Rio Haryanto, sedangkan 5 juta Euro/sekitar 76 miliar Rupiah merupakan dana talangan dari PT. Pertamina (Persero) selaku pihak sponsor utama Rio Haryanto.
Namun hingga menjelang seri balapan Formula 1 di pertengahan musim 2016, yang rencananya akan digelar dalam waktu dekat di Sirkuit Hungaroring, Hungaria, ternyata pihak manajemen Rio Haryanto dan pihak sponsor lainnya sampai saat ini belum bisa memenuhi sebagian dari sisa kekurangan biaya yang sebenarnya harus segera dilunasi kepada pihak Manor Racing Team.
Apabila misalnya setelah seri balapan di tengah musim 2016 yang rencananya akan dilaksanakan di Sirkuit Hungaroring, Hungaria, pihak manajemen Rio Haryanto ternyata belum juga mampu melunasi sisa kekurangan pembayaran, maka karir Rio Haryanto sebagai pebalap Formula 1 akan terancam berhenti di tengah musim balap Formula 1 2016.
Terkait dengan hal ini, Imam Nahrawi, Menteri Pemuda dan Olah Raga mengatakan “teman-teman di Kementrian Pemuda dan Olah Raga (Kemenpora) sudah berusaha sekuat tenaga mencarikan sisa kekurangan dana talangan yang harus dilunasi ke pihak Manor Racing Team (MRT), agar Rio bisa berlaga satu musim penuh di Formula 1, misalnya sampai tenggat batas waktu pembayaran ternyata belum bisa melunasi sisa kekurangannya, saya rasa pihak manajemen Rio memakluminya” katanya kepada wartawan di Jakarta, Kamis siang (14/7/2016).(Eko Sulestyono)