Petani Jagung di Sleman: Harga Jual Rendah di Saat Panen, Sudah Biasa

KAMIS, 14 JULI 2016

YOGYAKARTA — Petani jagung di Sleman mengeluhkan rendahnya harga jual jagung kering saat ini, ketika hasil panen jagung terhitung berhasil. Untuk itu, petani jagung pun melakukan berbagai upaya guna mengurangi beban biaya produksi, salah satunya dengan mengupas jagung selagi masih berada di pohonnya. Dengan cara itu, petani tak harus repot menyiapkan tempat untuk menjemur jagung, dan tak lagi berkali-kali mengangkutnya untuk menjemur.

Ditemui di sela kesibukannya mengupas jagung, Kamis (14/7/2016), Sihana (54), petani jagung di desa Ngemplak, Sindumartani, Kalasan, Sleman mengatakan, saat ini harga jual jagung kering hanya Rp. 2.000 Per Kilogram. Harga tersebut dinilai sangat rendah, sehingga keuntungannya pun menjadi berkurang. Menurutnya, dengan berbagai pertimbangan biaya produksi, harga jual jagung kering idelanya sebesar Rp. 2.500-3.000 Per Kilogram.
Namun sebagaimana petani lainnya, Sihana sudah terbiasa dengan harga rendah di saat hasil panen bagus. Sihana sendiri mencoba menyiasati rendahnya harga jual jagung kering dengan mengupas jagungnya selagi masih berada di pohon pada sepekan sebelum dipanen. Dengan cara itu, Sihana bisa mengurangi beban pengerjaan pengeringan atau penjemuran jagung. Selain itu, proses pengeringan juga menjadi lebih cepat dan hemat ruang serta tenaga.
Sihana menanam jagung jenis Pertiwi 3 di lahan seluas 600 meterpersegi. Dengan hasil panen yang bagus saat ini, diperkirakan akan diperoleh sekitar 5 Kwintal jagung yang akan dijual dalam bentuk biji kering atau pipilan. Biasanya, kata Sihana, jagung pipilan dibeli oleh pedagang dari Klaten, Jawa Tengah, untuk diolah menjadi pakan ternak. (koko)
Lihat juga...