JUMAT, 1 JULI 2016
NAGREG — Jalur Kamojang menjadi salah satu lintasan alternatif bagi para pemudik yang hendak pergi ke Jawa Barat bagian Timur. Jalur yang menghubungkan Kabupaten Bandung dan Semarang, Kabupaten Garut ini baru bisa diakses pada musim mudik tahun ini. Hal tersebut bertepatan dengan rampungnya infrastruktur Cukangmonteng.

Bupati Bandung, Dadang Naser mengklaim infrastruktur jalan di wilayahnya ada peningkatan pada musim mudik tahun ini.
“Sebagaimana anda tahu sekarang ada jalur Kamojang. Itu hal baru. Tahun sebelumnya belum bisa dilintasi, sekarang sudah bisa dilintasi dengan adanya Jembatan Cukangmonteng,” kata Dadang, saat meninjau jalur Nagreg, Kabupaten Bandung, Jumat (1/7/2016).
Menurutnya, dari tahun ke tahun kemacetan di kawasan Nagreg terus berkurang. Ia berharap pada tahun ini arus mudik bisa kian lancar.
Dikatakan, selain jalur Kamojang, para pemudik pun bisa memilih jalur lainnya melalui Jalan Raya Cijapati. Jalan yang menghubungkan Kabupaten Bandung dan Kadungora, Kabupaten Garut tersebut memang sudah ada sejak lama.
“Terkait dengan infrastruktur jalan arus mudik kita ada peningkatan,” ucapnya.
Hanya saja kondisi di dua jalur Alternatif tersebut masih kekurangan Penerangan Jalan Umum (PJU). Diketahui, di Cijapati saat ini hanya tercatat 60 titik PJU, dimana masih kekurangan 100 titik. Sementara di Kamojang satu-satunya PJU hanya di bagian pintu masuk.
Sementara itu, Kepala Dinas Bina PU Marga Kabupaten Bandung Agus Nuria menganggap kedua jalur tersebut layak digunakan sekalipun pada malam hari. Hanya saja, ia tak menampik saat malam hari, pandangan akan kurang terlihat.
Ia menghimbau pemudik yang akan menggunakan jalur tersebut pada malam hari untuk lebih berhati-hati. Diketahui, kurangnya PJU pada dua jalur tersebut karena keterbatasan dana. Rencananya setelah Lebaran, pihaknya akan memasang PJU di dua lokasi tersebut secara bertahap.
“Kalau di pasang sekarang (musim mudik) pasti menghambat,” pungkasnya.(Rianto Nudiansyah)