Jalan Poros Desa Penghubung Dua Kecamatan di Sumenep Mengalami Kerusakan Cukup Parah

SABTU, 16 JULI 2016
  
SUMENEP — Kerusakan jalan yang menjadi penghubung dua kecamatan di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, sering dikeluhkan oleh masyarakat daerah setempat. Pasalnya jalan yang terletak di dua desa sudah mengalami kerusakan yang cukup parah, namun tetap saja tak kunjung ada perbaikan, padahal jalan itu menjadi jalur utama aktifitas perekonomian masyarakat yang berada di dua desa tersebut.

Pengendara sedang melintas di jalan yang mengalami kerusakan cukup parah.
Jalan dua desa yang mengalami kerusakan cukup parah terletak di Desa Matanair, Kecamatan Rubaru dan Desa Torbeng, Kecamatan Batuan. Dimana setiap pengendara yang melintas harus lebih berhati-hati, karena banyak aspal jalan sudah mulai mengelupas, sehingga muncul bebatuan yang sangat membahayakan. Apabila pengendara tidak ekstra hati-hati khawatir akan terjadi kecelakaan.
“Ya jalan ini sudah lama rusak, tetapi sampai tidak ada perbaikan, padahal ini merupakan akses utama aktifitas perekonomian warga yang ada di dua desa ini. Makanya masyarakat yang melintas seringkali mengeluh, sebab dijalan ini sudah banyak yang aspalnya mengelupas, sehingga batunya mulai keluar. Jadi kalau pengendara tidak pelan-pelan itu bisa terjadi kecelakaan,” kata Abd. Rahman (40), salah seorang pengendara yang melintas dijalan tersebut, Sabtu (16/7/2016).
Disebutkan, bahwa apabila kerusakan jalan poros desa penghubung dua kecamatan tak kunjung diperbaiki, kemungkinan besar kedepan kerusakan jalan akan semakin parah. Sehingga membuat aktifitas perekonomian masyarakat desa itu terhambat, karena rata-rata mereka masyarakat yang tinggal di dua desa tersebut menjadikan jalan itu sebagai jalur utama keluar masuk dua kecamatan.
“Sampai sekarang kerusakan jalan ini sudah cukup parah, maka jika tidak kunjung diperbaiki lama kelamaan aspal jalan itu akan habis. Jadi pengendara yang melintas akan merasa kesulitan, makanya jika sampai lama dibiarkan batunya akan bermunculan semua,” jelasnya.
Mereka berharap kerusakan jalan yang cukup parah mendapatkan perhatian serius dari pemerintah daerah setempat, agar masyarakat tidak selalu merasa khawatir ketika meintas di jalan tersebut. (M. Fahrul)
Lihat juga...