SABTU, 16 JULI 2016
LARANTUKA — Komunitas peduli korban penyanderaan yang terdiri dari Gertak Flotim, Yayasan Permata Bunda Berbelas Kasih, Agupena Flotim dan rekan pers kembali mengadakan aksi solidaritas terhadap korban penyanderaan terorris asal desa Laton Liwo kecamatan Tanjung Bunga Flotim.

Kegiatan yang berlangsung Sabtu (16/7/2016) yang dinamakan Geser (Gerakan Seribu Perak) kali ini dilaksanakan di pelabuhan Larantuka, hotel dan kompelk pertokoan serta di pasar Inpres Larantuka.
Disaksikan Cendana News aksi yang dimulai sejak pukul 10.00 WITA mengambil tempat di pelabuhan dan menyasar penumpang kapal motor yang baru turun dari kapal.Selain itu,peserta yang hari ini bertambah dua orang guru juga menyasar pembeli di pertokoan.
“Kami rencanaya akan melakukan aksi berkelanjutan hingga mendapatkan uang buat biaya sekolah keenam anak korban penyanderaan,” ujar Kanis Soge.
Selain Kanis, dari Gertak Flotim hadir Robert Ledor serta ketua yayasan Permata Bunda Berbelas Kasih, Benedikta BC da Silva dan dua orang guru yang peduli dan anggpta Gertak lainnya.
Dalam aksi kali ini, dana yang terkumpul sebesar 1.394.000 rupiah yang jika ditotal dengan kemarin berjumlah sebanyak 6.182.000.
Jika semua mencukupi, maka mulai hari Senin kata Kanis, pihaknya akan membuka rekening bank dan segera menabung simpanan pendidikan di koperasi setelah data-data anak korban dimiliki. Benedikta BC da Silva atau kerap disapa Noben menambahkan, memang saat aksi di hari kedua sudah banyak warga masyarakat yang ingin bergabung. Selain itu lanjutnya,masyarakat juga sudah banyak mengetahui kegiatan komunitas ini.
“Banyak yang sudah tahu dan tidak bertanya karena mereka membaca berita dan menonton kegiatan kami yang disiarkan juga di televisi,”ungkapnya.

Untuk diketahui, ketiga korban penyanderaan oleh teroris kelompok Abu Shayaf yang ditangkap di perairan Sabah Malaysia merupakan warga Flotim asal desa Laton Liwo kecamatan Tanjung Bunga.
Ketiga korban tersebut yakni Emanuel Arakian Maran,Theodorus Kopong Koten dan Laurensius Lagadoni koten.Hari ini tepat seminggu ketiga korban berada di tangan peyandera dan pihak pemerintah RI sedang melakukan negosiasi dan upaya pembebasan ketiganya.
[Ebed De Rosary]