SABTU, 16 JULI 2016
PONTIANAK — Gas elpji berukuran 3 kilo gram harganya bervariasi di sejumlah kabupaten/kota di Kalimantan Barat. Di Balai Ingin, Kecamatan Tayan Hilir Kabupaten Sanggau harga elpiji berukuran 3 kilogram Rp 30 ribu per tabung.

Mahalnya harga elpiji melon ini dikarenakan jauhnya akses transportasi dan buruknya infrastrutur menuju desa tersebut.
“Per tabungnya Rp 30 ribu. Ini sudah lama harga segitu. Jalan ke desa rusak. Mungkin itu juga salah satu penyebab,” ujar Masreni warga Desa Balai Ingin, Sabtu (16/7/2016).
Dikatakannya, selain mahal penyebabnya lainnya juga adalah susah mendapatkan gas elpiji berukuran mini ini. Itu dikarenakan stok atau persdedian berkurang.
“Sejak mau lebaran dan sesudah lebaran, susah mendapatkan elpiji. Ya terpaksa kita menggunakan kayu bakar dan buat tungku saja untuk memasak,” ucapnya, mengeluh.
Di Desa Sango, Kecamatan Sanggau Ledo, Kabuapten Bengkayang, harga elpiji Rp 35 ribu per tabungnya. Mahalnya gas berukuran 3 kilogram ini dikarenakan penjualan yang tidak merata.
“Hanya ada di kecamatan aja yang jualnya. Semenatara jarak desa ke kecamatan jauh sekali 70 kilo meter. Mana jalan rusak,” ujar warag Desa Sango, Tijah Wati.
Ia mengeluhkan, selama ini warga selalu menggunakan kayu bakar untuk memasak. Menggunakan gas elpji di desa ini merupakan barang mahal atau meawah.
“Mau tak maul pakai kayu untuk masak,” ujarnya.
Bagi warga Sango berharap, ketersediaan elpiji ada di desa. Sebab, selama ini warga desa selalu mengandalkan kayu bakar.
Di Desa Sungai Serabek, Kecamatan Teluk Keramat, Kabupaten Sambas, harga eljiji Rp 45 ribu per tabungnya. Warga Desa Serabek bernama Ema Fitiani, mengaku mahalnya harga gas elpiji dikarekan pasokan selalu kurang datang ke desa.
“Katannya sih jalan rusak. Jadi elpiji susah datang ke desa,” katanya.
[Aceng Mukaram]