Impian Masyarakat Pulau Untuk Miliki Angkutan Jenazah Masih Buram

SABTU, 30 JULI 2016
SUMENEP — Sungguh lengkap penderitaan masyarakat kepulauan di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur. Sudah tidak pernah mendapatkan pelayanan kesehatan yang maksimal, mereka juga belum memiliki alat transportasi memadai, salah satunya angkutan jenazah, dimana sampai sekarang mereka seringkali kebingungan untuk membawa pulang orang meninggal ke kampung halamannya.

Ahmad Rahman, Warga Kepulauan Kangean Sumenep.

Salah satunya ketika ada Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang meninggal akibat kecelakaan maupun sakit, sehingga pihak keluarga harus mengeluarkan uang cukup besar untuk membawa jenazah ke kampung halamannya. Itupun akibat pemerintah daerah yang hingga sekarang belum bisa menyediakan angkutan jenazah bagi daerah pulau di ujung timur Pulau Madura ini.

“Jadi jangan salah ketika masyarakat kepulauan menilai pemerintah daerah telah menganaktirikan warga yang tinggal di pulau, sebab selama ini fasiltas di daerah tersebut masih belum memadai, apalagi transportasi laut yang bisa mengangkut jenazah. Itu kan juga sangat dibutuhkan, supaya ketika ada yang meninggal tidak harus mengeluarkan biaya cukup besar,” kata Ahmad Rahman, Tokoh Pemuda Kepulauan Kangean Sumenep, Sabtu (30/7/2016).
Disebutkan, bahwa selama ini masyarakat kepulauan memang seperti dianaktirikan oleh pemerintah daerah, pasalnya masih belum mendapatkan perlakuan yang sama dengan masyarakat di wilayah daratan. Akibatnya hak-hak dan kebutuhan masyarakat di kepulauan terkesan diabaikan begitu saja tanpa ada perhatian serius layaknya wilayah lain yang ada di daratan.
“Sudah tidak ada fasilitas kesehatan yang memadai, masyarakat juga dibuat bingung ketika ada warga pulau meninggal dunia, karena tidak ada transportasi pengangkut jenazah ke pulau. Padahal ini sudah seringkali terjadi, baik warga yang sedang dirawat di rumah sakit daratan kemuaian meninggal dunia, atau warga yang menjadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) meninggal di luar negeri,” jelasnya.
Apabila ada orang pulau meninggal saat dirawat di rumah sakit yang ada di daratan maupun di pulangkan bekerja, pihak keluarga terpaksa menyewa perahu motor untuk mengangkut jenazah dengan biaya Rp. 6.500.000. Tetapi itupun tidak mudah mendapatkan perahu yang menerima tawaran untuk mengangkut jenazah.
Oleh karena itu, masyarakat kepulauan meminta kepada pemerintah untuk menyediakan angkutan jenazah, agar ketika ada warga pulau yang meninggal di daratan tidak lagi kebingungan masalah transportasi, sebab untuk sampai ke wilayah pulau tersebut masih membutuhkan waktu kurang lebih sekitar delapan jam.
“Seharusnya dari sekian masalah yang sering dialami masyarakat pulau dijadikan referensi oleh pemerintah, agar dapat mencarikan solusi yang baik, sehingga ketika ada kejadian yang sama masyarakat tidak lagi kebingungan,” pungkasnya. (M. Fahrul)
Lihat juga...