JUMAT, 15 JULI 2016
MATARAM — Kepala Bidang Statistik Distribusi Badan Pusat Statistik (BPS) Nusa Tenggara Barat (NTB), Ni Kadek Adi Madri mengatakan, meski nilai ekspor Provinsi NTB kebanyakan masih didominasi barang tambang atau galian non migas, hasil pertanian dan kerajinan berupa bahan anyaman dan buah-buahan bisa menyaingi tambang terhadap ekspor NTB, kalau dikembangkan dengan baik.

“Bahan anyaman berupa kerajinan dimiliki NTB, termasuk buah-buahan sebenarnya sangat potensial untuk diespor, kalau dikelola dengan baik” kata Kadek di Mataram, Jum’at (15/7/2016).
Untuk itulah diperlukan perhatian serius dari pemerintah NTB dalam upaya mendorong tumbuh dan kembang produk anyaman kerajinan yang dimiliki, termasuk peningkatan hasil pertanian, khususnya untuk buah-buahan.
Untuk beberapa jenis buah-buahan seperti semangka, melon, durian, mangga, nanas dan beberapa jenis buah lain di NTB misalkan cukup potensial dan banyak dilirik pihak luar, hanya saja jumlah dan lahan produksi masih terbatas, termasuk soal kemampuan penanaman secara baik.
“Karena itulah, diperlukan supot secara serius dari Pemda NTB, melalui pembinaan dan pemberdayaan dengan kebijakan yang memudahkan para petani dan masyarakat pengerajin, termasuk menyangkut pemasaran sebagai hal utama” tutupnya.(Turmuzi)