RABU, 20 JULI 2016
YOGYAKARTA — Cuaca ekstrim dengan hujan tinggi yang turun tiba-tiba lalu berganti panas yang sangat terik, menyebabkan tanaman cabe di sejumlah wilayah di Sleman, membusuk dan mengering. Salah satunya lahan cabe keriting di Dusun Jongkang, Tamanmartani, Kalasan, Sleman. Lebih dari separuh lahan cabe gagal dipanen, padahal harga jual cabe saat ini sedang tinggi.
![]() |
| Sumarni, petani cabe |
Separuh dari lahan cabe keriting milik petani cabe di Dusun Jongkang, terpaksa tak bisa dipanen. Pasalnya, hujan yang datang tidak teratur lalu berganti panas yang kerap terjadi akhir-akhir ini telah menyebabkan tanaman cabe membusuk, lalu dalam waktu singkat mengering. Tak hanya pohonnya yang kering, namun juga cabenya yang mengering menjadi seperti kayu, sehingga sama sekali tak bisa dipanen.
Sumarni, petani cabe di Dusun Jongkang, ditemui Rabu (20/7/2016), menjelaskan, kondisi mengeringnya cabe itu oleh warga disebut sebagai hama patek. Hama ini, menurutnya, belum ada obat atau pencegahnya. Sementara, hama patek sering melanda secara tiba-tiba dan justru pada saat cabe mulai siap dipanen, sehingga sulit diantisipasi sebelumnya. Selain itu, penyebaran atau penularannya cukup cepat.
![]() |
| Cabe keriting kering akibat hama patek |
Sementara itu, bukan hanya sekali ini Sumarni mengalami hama patek. Pada musim tanam kemarin, lahan cabe rawit burga yang ditanamnya di lahan seluas 1.500 meterpersegi gagal total akibat hama patek. Sekarang, cabe keriting yang ditanamnya di lahan seluas 800 meterpersegi pada musim petik kelima ini sudah terkena patek. Hampir separuh dari lahan cabe keriting miliknya kering, dan tak bisa dipanen. Padahal, kata Sumarni, harga jual cabe keriting saat ini sedang tinggi, yaitu Rp. 12.000 Per Kilogram. Harga tersebut, menurut Sumarni, naik dari harga pekan kemarin yang hanya Rp. 7.000 Per Kilogram.
Dengan adanya hama patek, Sumarni mengaku tak bisa berbuat apa-apa, kecuali mencabuti tanaman cabenya yang sudah terlanjur kering agar tak menular. Ia pun juga tak bisa memperkirakan hasil panennya nanti. Jika dalam kondisi normal, tanaman cabe bisa dipetik sebanyak 20 kali. Namun, dengan adanya hama patek tersebut Sumarni memperkirakan tanaman cabenya hanya akan bisa dipetik 10 kali.
“Itu pun kalau patek tidak terus menyerang” keluhnya. (koko)
