SELASA, 19 JULI 2016
BANDUNG — Permainan Pokemon Go kini menjadi fenomena di seluruh dunia, tak terkecuali di Indonesia. Tak sedikit para pemainnya yang memburu monster pokemon hingga melanggar aturan.

Misalnya saja yang dilakukan Romain Piere (27), pria asal Prancis yang nekat menerobos Makodim 0614/Kota Cirebon pada Selasa (17/7/2016) malam. Kini anak-anak pun keranjingan mengakses permainan ini.
Ketua Pembina Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kota Bandung, Atalia Praratya menyampaikan tak hanya permainan pokemon go yang menjadi tantangan kaum ibu dewasa ini. Menurutnya, memang tak bisa mencegah anak untuk tak memainkannya.
“Saya kira para orang salah satu cara untuk membatasi mereka memainkan permainan-permainan seperti ini dengan memberikan kegiatan yang lebih bermanfaat bagi mereka,” ujar Atalia, Selasa (19/7/2016).
Dikatakan, orang yang getol memainkan permainan yang sedang heboh tersebut adalah yang memiliki terlalu banyak waktu luang.
“Jadi kalau untuk anak-anak yang sibuk saya kira enggak sempat untuk memainkan,” ucap Istri Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil ini.
Secara pribadi, Atalia tak melarang anak-anaknya untuk bermain game. Yang terpenting bertanggung jawab menjalankan kewajiban pokoknya seperti belajar. Mengarahkan anak untuk melakukan kegiatan lain yang lebih positif memang bisa membatasi ketergantungan kepada permainan. Hanya saja orang tua pun harus ikut terjun, ikut terlibat di kegiatan tersebut.
“Misalkan mengajak masak bareng, atau olah raga juga,” tukasnya.
Sebelumnya, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Anis Baswedan pun menghimbau orang tua wajib memantau anaknya agar permainan tak menjadi candu.
“Orangtua tolong arahkan juga kepada anaknya. Jangan enggak tahu apa-apa juga,” pungkas Anis.(Rianto Nudiansyah)