Berjalan Sukses, Gubernur NTT Pastikan TdF Menjadi Iven Balap Sepeda Tahunan

RABU, 20 JULI 2016

MAUMERE — Gubernur NTT, Drs. Frans Lebu Raya mengatakan bahwa Tour de Flores (TdF) yang diselenggarakan bulan Mei 2016 berhasil dan sukses meski baru pertama kali diselenggarakan di NTT.

Pada awalnya banyak orang yang ragu, pesimis dan curiga. Memang syarat untuk menyelenggarakan iven internasioanl harus pernah menyelenggarakan iven nasional, namun NTT belum pernah selenggarakan iven serupa di tingkat kabupaten apalagi nasional.
“Kita bersyukur penyelenggaran TdF berjalan sukses menurut penilaian UCI, organisasi balap sepeda internasional dan mereka sudah memasukannya menjadi agenda tahunan,” ujar Lebu Raya saat rapat evaluasi TdF, Selasa (19/7/2016).
Dikatakannya, TdF merupakan tour yang paling menantang dibandingkan Tour de Ijen di Banyuwangi maupun di Singkarak Padang. Meski banyak pembalap yang tidak bisa melanjutkan balapan hingga usai, namun ini yang menjadikan pembalap kian tertantang untuk terus mengikuti tour ini.
“Mari kita komit menjadikan even ini sebagai event tetap tahunan. Perlu dievaluasi kekurangan yang terjadi dan apa yang perlu diperbaiki,” pintanya.
Lebu Raya mengatakan pemerintah provinsi NTT pun akan menawarkan Tour de Timor dan Tour de Sumba. Yang paling penting, jalan sepanjang 661 kilometer di Flores tetap terjaga dan terawat sehingga menteri PU pasti akan selalu melakukan pengawasan. Ini dampak langsung yang kita rasakan, papar Lebu Raya di hadapan peserta dari setiap kabupaten serta EO pusat.
“Saya sampaikan terima kasih kepada para bupati, forkopimda dan ketua serta anggota DPRD semua, mari kita komitmen melaksanakannya lagi di tahun depan. Kita bersyukur saat ini banyak orang memperhatikan NTT,” tuturnya.
Lebu Raya juga membeberkan, bulan September 2016 akan diselenggarakan seminar internasional tentang ikan paus di Lembata dan pihak yang pro dan kontra penangkapan ikan paus semuanya diundang. Oktober ada Tour de Timor dan Pemprov NTT sedang menjajaki kerjasama dengan Timor Timur untuk bersama menyelenggarakannya.
Pemda di NTT kata gubernur dua periode ini,tidak mungkin mengandalkan satu-satunya sumber dana dari APBD untuk membangun daerah. Semua pemda perlu membuat program dan kegiatan yang bisa mendatangkan pemasukan dan memberi dampak bagi kesejahteraan masyarakat
“Nanti ada Festival Teluk Maumere, Festival Lamaholot, Bulan Bung Karno di Ende dan lomba fotografi bawah laut di Alor dan di Meko Adonara,” terangnya.
Kadis Kebudayaan dan Pariwisata Flores Timur, Adreas Ratu Kedang meminta agar segala kelemahan dan kesalahan informasi perlu diperbaiki. Dicontohkannya, jumlah peserta yang melebihi angka yang disampaikan EO sangat  mengganggu Pemda Flotim dalam menyiapkan penginapan serta makan minum.
Masyarakat juga merasa kecewa karena ada janji dari pusat bahwa akan ada peserta touring yang akan mengunjungi pulau Meko sehingga masyarakat sudah menyiapkan penyambutan namun kenyataannya tidak ada peserta touring.
Tes jalur atau pemanasan yang dilakukan pembalap juga tidak sesuai agenda, dimana kata Andreas, jalur yang sudah ditentukan EO ternyata di lapangan setiap team memilih jalur dan waktu sendiri. Hal ini juga mendadak disampaikan EO sehingga masyarakat yang sudah siap menyambut dan menyuguhkan pangan lokal di titik-titik yang akan dlewati pembalap merasa kecewa karena dibatalkan.
“Kita juga perlu memikirkan membeli peralatan karena ini lebih efektif daripada setiap tahun kita harus menyewa alat dari Banyuwangi. Perlu  dibicarakan dan dipersiapkan jauh-jauh hari secara matang agar kesalahan sebelumnya tidak terjadi lagi,” usulnya. (Ebed de Rosary)
Lihat juga...